floating-Menkes Sebut Pria Ukuran...
Menkes Sebut Pria Ukuran Jeans 33 Cepat Menghadap Allah, Ini Kaitan Lingkar Pinggang dan Diabetes
Menkes Sebut Pria Ukuran...
Menkes Sebut Pria Ukuran Jeans 33 Cepat Menghadap Allah, Ini Kaitan Lingkar Pinggang dan Diabetes
Rabu, 14 Mei 2025 - 19:30 WIB
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa pria dengan ukuran celana jeans 33 ke atas berisiko lebih cepat meninggal dunia. Pernyataan ini merujuk pada tingginya angka obesitas perut yang erat kaitannya dengan lingkar pinggang berlebih dan peningkatan risiko diabetes serta penyakit kronis lainnya.

Menurut Menkes , ukuran celana yang besar bisa menjadi penanda kasat mata dari penumpukan lemak di area perut, yang dikenal sebagai obesitas sentral. Jenis obesitas ini jauh lebih berbahaya dibanding lemak di bagian tubuh lain karena menyelimuti organ-organ penting seperti hati dan pankreas.

"Pokoknya laki-laki kalau beli celana jeans masih di atas 32-33. Ukurannya berapa celana jeans? 34-33. Udah pasti obesitas," kata Menkes saat peluncuran Pasukan Putih Jakarta, Rabu (14/5/2025).

"Itu menghadap Allahnya lebih cepat dibandingkan yang celana jeansnya 32. Saya bukannya body shaming, tapi emang artinya begitu," sambungnya.

Baca Juga: Menkes: Laki-laki Celana Jeansnya Ukuran 33 Lebih Cepat Menghadap Allah

Kaitan Lingkar Pinggang dan Diabetes



Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga-lembaga nasional pun menegaskan bahwa lingkar pinggang berlebih adalah prediktor kuat risiko diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Ukuran lingkar pinggang yang dianggap berisiko menurut standar internasional adalah lebih dari 102 cm untuk pria dan 88 cm untuk wanita. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan menetapkan batasan lebih ketat yakni 90 cm untuk pria dan 80 cm untuk wanita.

Dilansir dari Diabetes UK, penumpukan lemak di sekitar perut tidak hanya berpengaruh pada penampilan, tetapi juga mengganggu fungsi organ internal. Kelebihan lemak di area tengah tubuh, terutama di sekitar hati dan pankreas, dapat menghambat kerja insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah.

Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin. Di mana tubuh masih memproduksi insulin, tetapi tidak dapat menggunakannya dengan efektif. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat dan risiko terkena diabetes tipe 2 pun melonjak drastis.

Baca Juga: Mengenal Diabetes Tipe 5, Jenis Baru yang Kini Diakui Dunia Medis

“Semakin besar lingkar pinggang seseorang, semakin besar kemungkinannya mengalami resistensi insulin, yang menjadi pintu masuk utama diabetes,” terang Diabetes UK dalam laporannya.

Hal ini juga diperburuk oleh faktor genetik. Individu dari ras Asia dan Afrika diketahui lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2, bahkan pada BMI atau berat badan yang tergolong normal, jika memiliki lemak perut yang berlebih.

Cara Mengecilkan Lingkar Pinggang



Sayangnya, mengecilkan lingkar pinggang tidak bisa dilakukan secara instan. Tidak ada obat atau alat khusus yang langsung mengurangi lemak perut. Upaya yang dibutuhkan adalah perubahan gaya hidup secara bertahap dan konsisten. Berikut beberapa tips yang sederhana yang bisa diterapkan.

1. Tetapkan Tujuan Aktivitas Fisik



Mulailah dari hal kecil, seperti menargetkan jalan kaki 30 menit sehari atau mengganti kendaraan dengan berjalan kaki untuk jarak dekat. Aktivitas fisik rutin membantu membakar lemak, termasuk di area perut.

2. Rencanakan Pola Makan dan Kegiatan



Menyusun menu harian dan jadwal aktivitas fisik membantu Anda tetap fokus pada tujuan kesehatan. Hindari konsumsi gula berlebih, makanan cepat saji, dan minuman manis yang mempercepat penumpukan lemak visceral.

3. Mulai dengan Perubahan Kecil



Perubahan drastis sering gagal dipertahankan. Lebih baik memulai dengan langkah kecil yang realistis dan mudah dijalani, misalnya mengganti camilan gorengan dengan buah, atau naik tangga daripada lift.

Baca Juga: Waspada, Ini 4 Ciri-ciri Diabetes Akut yang Patut Dikenali
(dra)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG