JEDDAH - Pemerintah
Arab Saudi terus mengakselerasi modernisasi layanan
ibadah haji dengan memprioritaskan teknologi dan infrastruktur sebagai kunci peningkatan pengalaman jamaah. Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, mengungkapkan bahwa tingkat kesiapan pelaksanaan haji tahun ini telah mencapai lebih dari 97 persen, naik signifikan dari 81 persen pada tahun sebelumnya.
“Kami telah berfokus pada peningkatan pengalaman digital Haji dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk memfasilitasi perjalanan jamaah, menjamin keselamatan mereka, dan meningkatkan kenyamanan,” ujar Al-Rabiah saat membuka Simposium Haji Internasional ke-49 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi,pada Minggu (1/6/2025).
Baca juga: Arab Saudi Tak Terbitkan Visa Furoda, BP Haji: Calon Jemaah Jangan Tertipu! Simposium ini mengangkat tema “Kapabilitas dalam Haji dan Perkembangan Kontemporer” dan diikuti oleh para ulama, akademisi serta pejabat dari berbagai negara Islam.
Al-Rabiah memaparkan sejumlah inisiatif strategis yang diluncurkan tahun ini oleh Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci, termasuk pembangunan 170.000 meter persegi area teduh, penanaman 20.000 pohon dan pembangunan jalur pejalan kaki karet demi kenyamanan dan keselamatan jamaah.
Di sektor kesehatan, berbagai fasilitas diperkuat dengan pendirian rumah sakit gawat darurat baru, penempatan 15 unit ambulans, 71 titik intervensi cepat, dan pembangunan 64 kompleks kesehatan dua lantai di sekitar area suci.
Sementara itu, Pusat Transportasi Umum yang baru diresmikan di Makkah akan menjadi model integratif dalam pengelolaan pergerakan jamaah.
Baca juga: Pengurusan Visa Jemaah Haji 2025 Ditutup, Hilman Latief: Termasuk Haji Reguler dan Khusus Pusat Transportasi Umum ini akan mengintegrasikan layanan bus dan Kereta Cepat Haramain dalam satu sistem transportasi yang fleksibel dan efisien. Upaya modernisasi ini berdampak positif terhadap pengalaman para jamaah.
Menurut Al-Rabiah, tingkat kepuasan jamaah meningkat dari 74 persen pada 2022 menjadi 81 persen pada 2024.
Simposium Haji Internasional ke-49 diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah bekerja sama dengan Dewan Ulama Senior serta Yayasan Penelitian dan Arsip Raja Abdulaziz (Darah).
Forum ini menjadi wadah diskusi global tentang penyelenggaraan ibadah haji di tengah dinamika dan tantangan zaman.
(shf)