floating-Neraka Dijadikan Candaan,...
Neraka Dijadikan Candaan, Begini Ancaman Allah dalam Al Quran
Neraka Dijadikan Candaan,...
Neraka Dijadikan Candaan, Begini Ancaman Allah dalam Al Quran
Rabu, 04 Juni 2025 - 11:58 WIB
Neraka dijadikan candaan dalam video AI (artificial intelligence) tengah viral di platform media sosial. Dalam video-video tersebut diperlihatkan bahwa neraka seperti tempat seru dan lucu. Sudah seperti itukah orang-orang mengolok-olok neraka ? Bagaimana pandangan Islam tentang hal tersebut?

Beberapa ulama mengatakan keprihatinan dan kesedihannya. Seperti yang diungkap Ustaz Adi Hidayat, Buya Yahya, dan ustaz Syamsul Hidayat. "Sekarang saya kok bingung ya, neraka bisa menjadi candaan gitu? Banyak orang kaya ke neraka. Kayaknya ber AC nih di neraka. Neraka kok jadi candaan gitu, kok bisa gitu ya? Padahal neraka itu ditampilkan diksinya dalam Al Quran sebagai ancaman yang mengerikan. Jangan diubah!" ungkap Ustaz Adi Hidayat seperti ditampilkan dalam reel instagram Sahabat Surga.

Begitu juga dengan Buya Yahya. Pimpinan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon ini menilai, ada kecenderungan di masyarakat untuk menjadikan neraka bahan candaan, yang tidak hanya tidak pantas tetapi juga berpotensi menimbulkan dosa. “Banyak orang bercanda dengan mengatakan hal-hal seperti, ‘Wah, asyik di neraka bareng artis’,” ujar Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya, menganggap enteng neraka, apalagi menjadikannya bahan lelucon, adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Sikap ini bisa membuat seseorang terlena dan tidak menyadari dosa yang sebenarnya dilakukan. “Saya minta Anda bayangkan, jika saya membayar Anda untuk berdiri di atas punggung saya dengan setrika panas, pasti Anda tidak mau, bukan? Neraka jauh lebih mengerikan dari itu,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meski bercanda merupakan hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari, ada batasan yang harus dihormati. Menurutnya, bercanda tentang hal-hal yang berhubungan dengan akhirat tidak hanya tidak pantas tetapi juga bisa mengundang murka Allah.

“Kalau ingin bercanda, jangan menyentuh hal-hal yang terkait dengan agama atau akhirat. Di neraka, tidak ada ruang untuk guyonan,” tambah Buya Yahya. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mempertimbangkan dampak dari setiap kata yang diucapkan.

Kecaman Allah bagi yang Mengolok-olok Neraka

Ustadz Syamsul Hidayat, Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyatakan orang-orang mengolok-olok agama , termasuk soal neraka ini, mendapat kecaman keras dari Allah sebagaimana dapat ditemukan dalam beberapa ayat di Al Quran.

Allah Ta'ala berfirman:

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ


“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya). Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.” (QS At-Taubah: 64).

Baca juga: Tamasya ke Negeri Akhirat : Ngerinya Gambaran dan Tingkatan Neraka



Juga ayat ini:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ


“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab. Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah: Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS At-Taubah: 65).

Termasuk ayat ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman”. (QS Al-Maidah 57).

Ustadz Syamsul menjelaskan mengolok-olok perkara agama termasuk surga dan neraka adalah perbuatan orang ahlul kitab. Selain itu mengolok-olok azab neraka juga termasuk menantang Allah. Bahkan bisa jadi, menurutnya orang yang mengolok-olok perkara agama telah kehilangan iman dalam harinya.

"Agama itu tidak boleh dibuat main-main. Bisa jadi itu menunjukan kadar imannya rendah atau bahkam tidak ada lagi dalam hatinya. Tidak lagi mempercayai akhirat, tidak percaya balasan yang diberikan Allah," kata Ustadz Syamsul.

Larangan Menjadikan Agama sebagai Bahan Candaan

Terdapat peringatan dalam agama Islam yang melarang seseorang membuat suatu lawakan atau candaan dengan menceritakan suatu hal yang isinya dusta atau berbohong, dalam rangka membuat manusia tertawa. Peringatannya cukup keras.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻭَﻳْﻞٌ ﻟِﻠَّﺬِﻯ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻟِﻴُﻀْﺤِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ


“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia .”(HR Bukhari)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa dusta tidak diperbolehkan baik dalam hal serius maupun bercanda, Beliau menukilkan perkataan Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, “Sesungguhnya berdusta tidak boleh baik dalam keadaan serius maupun bercanda” (Majmu’ Fatawa 32/255-256)

Menurut Ibnu Taimiyah, hukumannya lebih berat jika sampai menimbulkan permusuhan dan persengketaan di antara manusia bahkan menimbulkan bahaya bagi agama. Beliau berkata, “Apabila hal tersebut (dusta) menimbulkan permusuhan di antara kaum muslimin dan menimbulkan madharat bagi agama, maka ini lebih terlarang lagi. Pelakunya harus mendapatkan hukuman syar’i yang bisa membuatnya jera.”

Baca juga: 5 Adab dalam Bercanda, Paling Utama Tidak Bergurau dengan Ayat-ayat Allah



Ini menjadi peringatan bagi para content creator, komedian, aktivis stand-up comedy dan lainnya agar hendaknya berhati-hati dan kita doakan kebaikan kepada mereka agar meninggalkan hal ini. Terlebih-lebih terlalu banyak tertawa bisa mematikan hati dan mengeraskan hati karena kebahagiaan sejati bukan dengan terlalu sering tertawa bahkan berlebihan sampai terbahak-bahak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻻَ ﺗُﻜْﺜِﺮُ ﺍﻟﻀَّﺤَﻚَ ﻓَﺈِﻥَّ ﻛَﺜْﺮَﺓَ ﺍﻟﻀَّﺤَﻚِ ﺗُﻤِﻴْﺖُ ﺍﻟﻘَﻠْﺐَ


“Janganlah terlalu banyak tertawa karena banyak tertawa bisa mematikan hati.”(Shahih Al Jami no 7435)

Hal ini sangat keras peringatannya. Allah berfirman,

ﻭَﻟَﺌِﻦ ﺳَﺄَﻟْﺘَﻬُﻢْ ﻟَﻴَﻘُﻮﻟُﻦَّ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺨُﻮﺽُ ﻭَﻧَﻠْﻌَﺐُ ۚ ﻗُﻞْ ﺃَﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﺴْﺘَﻬْﺰِﺋُﻮﻥَ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺘَﺬِﺭُﻭﺍ ﻗَﺪْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧِﻜُﻢْ


“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya BERSENDA GURAU dan BERMAIN-MAIN saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu BEROLOK-OLOK?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [ QS At Taubah : 65-66]

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hukumnya sangat berat yaitu bisa keluar dari agama Islam. Beliau berkata,

‏ فإن الاستهزاء باللّه وآياته ورسوله كفر مخرج عن الدين لأن أصل الدين مبني على تعظيم اللّه، وتعظيم دينه ورسله


“Mengolok-olok dalam agama, ayat Al-Quran dan Rasul-Nya termasuk kekafiran yang bisa mengeluarkam dari Islam, karena agama ini dibangun di atas pengagungan kepada Allah, agama dan Rasul-Nya.”

Karena memang agama ini adalah suatu yang mulia dan sangat tidak layak jika digunakan untuk jadi bahan candaan atau lawakan. Ingatkah kita ada aturan di bandara, “Bagi yang bercanda membawa bom di bandara, bisa terkena pasal hukuman pidana”. Jika urusan dunia seperti ini saja tidak boleh, tentu urusan agama lebih tidak boleh lagi.

Perlu diperhatikan juga bahwa menjadikan agama sebagai candaan atau mem-plesetkan istilah-istilah agama adalah kebiasaan orang Yahudi, sebagaimana Allah berfirman,

ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﻻَ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﺭَﺍﻋِﻨَﺎ ﻭَﻗُﻮﻟُﻮﺍ ﺍﻧﻈُﺮْﻧَﺎ ﻭَﺍﺳْﻤَﻌُﻮﺍ ﻭَﻟِﻠْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa’ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih. 9QS Al-Baqarah/2:104).

Raa’ina berarti “Sudilah engkau memperhatikan kami”. Yaitu kebiasaan para sahabat ketika berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang yahudi mem-plesetkan menjadi “Ru’unah” yang artinya sangat dungu atau sangat tolol. Allah memerintahkan sahabat menggantinya dengan perkataan “undzurna” yang maknanya sama.

Semoga kita dijauhkan dari hal seperti ini. Wallahu A'lam

Baca juga: Ayat-ayat Al Qur'an yang Menggambarkan Neraka dan Siksaannya
(wid)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
Tangkis Invasi Darat...
Tangkis Invasi Darat AS, Iran Kerahkan 1 Juta Pejuang, Siapkan Neraka Historis Pasukan Penjajah
Ustaz Maulana : Menyusui,...
Ustaz Maulana : Menyusui, Bentuk Penghormatan Bagi Seorang Ibu
Kisah Hikmah : Saking...
Kisah Hikmah : Saking Ngerinya Melihat Neraka, Nabi Idris Jatuh Pingsan
Neraka : Apinya Dinyalakan...
Neraka : Apinya Dinyalakan Setiap 1000 Tahun hingga Hitam dan Gelap