BANYUWANGI - Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) menggelar kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di SMAN 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Lewat kegiatan bertajuk “Siap Kuliah, Siap Memimpin: Life Skills dan Leadership untuk Generasi Mahasiswa”,
dosen UI membekali puluhan siswa.
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi dosen UI dalam membekali siswa kelas XI dengan keterampilan hidup, kepemimpinan, serta kesiapan mental dan sosial dalam menyongsong kehidupan kampus.
Baca juga: Dosen UI Beri Pelatihan Creative Digital Marketing bagi UMKM di Sidetapa Bali Kegiatan yang diikuti 75 siswa ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Glagah Abdullah. Dia mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap siswa dapat memperoleh inspirasi dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Sebagai perwakilan dari tim pengabdi, Abdur Rahman yang juga alumnus SMAN 1 Glagah, memberikan sambutan penuh semangat. Dia mengaku bangga dapat kembali ke almamater untuk berbagi pengalaman dan ilmu, serta mendorong adik-adik kelasnya untuk berani bermimpi besar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di perguruan tinggi.
Kegiatan inti diawali penyampaian materi “Life as a College Student” oleh dosen UI Dewi Lusiana yang memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan peluang kehidupan mahasiswa.
Materi kedua bertema “Leadership & Kolaborasi di Dunia Kampus” disampaikan Muhammad Ramaditya yang menekankan pentingnya peran aktif, komunikasi, dan kepemimpinan dalam lingkungan organisasi kampus.
Sesi ketiga dipandu Annisa Parastry, yang memperkenalkan kegiatan Vision Board bertajuk “Mimpiku di Dunia Kuliah”.
Menurut survei nasional Kemendikbudristek (2022), sebanyak 57% mahasiswa baru di Indonesia merasa kewalahan dalam proses adaptasi di dunia perkuliahan, khususnya dalam hal manajemen waktu, pengambilan keputusan, dan interaksi sosial.
Melalui kegiatan ini, dosen UI berupaya menjembatani kesenjangan tersebut dengan pendekatan edukatif dan partisipatif.
“Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pendidikan, namun akses terhadap informasi dunia kampus masih belum merata. Kami ingin menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan siswa di daerah agar lebih percaya diri dan terarah dalam melanjutkan pendidikan,” kata Dewi Lusiana.
(jon)