JAKARTA - Setelah tiga kali gagal mencari majikan baru, sebuah "harta karun" milik negara yang terparkir di gudang Kementerian Sosial (Kemensos) akhirnya laku terjual.
Bukan mobil biasa, melainkan sebuah Rolls-Royce Ghost tahun 2011, yang kini hasil lelangnya akan diubah menjadi hunian layak bagi mereka yang membutuhkan.
Mobil mewah yang dilelang dalam kondisi off the road (tanpa surat-surat) ini akhirnya jatuh ke tangan Khoirul Umam Musoffah, seorang warga dari Sidoarjo, Jawa Timur, dengan nilai fantastis Rp2.539.957.000.
Angka ini jauh melampaui harga limit yang ditetapkan, yaitu Rp1.739.957.000. Ini menunjukkan betapa tingginya minat terhadap sedan ultra-mewah ini, meskipun pembelinya harus menanggung biaya pengurusan surat-suratnya sendiri.
Sebagai perbandingan, Rolls-Royce Ghost bekas lansiran 2012 di pasaran dibanderol di harga Rp4,6 miliar. Sedangkan Rolls-Royce Ghost bekas keluaran 2011 harganya Rp3,95 miliar.
"Alhamdulillah, setelah tiga kali lelang akhirnya sudah ada pemenang dengan harga Rp 2,5 miliar," ujar Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025).
Kisah di balik mobil ini pun tak kalah menarik. Rolls-Royce Ghost ini bukanlah hasil sitaan, melainkan sebuah hadiah utama (grand prize) dari program undian Batik Air pada 2016 yang tidak pernah diambil oleh pemenangnya.
Selama bertahun-tahun, mobil ini tersimpan rapi di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
Kini, setelah sempat tak laku dalam dua kali lelang sebelumnya pada tahun 2019 dan 2020, mobil ini akhirnya menemukan tuannya yang baru, dan yang lebih penting, memberikan harapan baru bagi banyak keluarga.
"Uang hasil lelang ini akan kita gunakan sepenuhnya untuk memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni," tegas Gus Ipul.
Mewah, Kencang, dan Kini Bermanfaat
Di balik misi mulianya, Rolls-Royce Ghost ini tetaplah sebuah simbol kemewahan dan performa. Ditenagai mesin V12 berkapasitas 6.600 cc, sedan ini mampu memuntahkan tenaga hingga 562 daya kuda, melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam 5 detik.
Kabinnya yang dibalut kulit premium, suspensi udara adaptif, serta segudang fitur canggih lainnya menjadi pengingat akan nilai mobil ini. Namun, kini nilainya tidak lagi hanya diukur dari kemewahan dan kecepatan, melainkan dari jumlah atap yang bisa ia bangun dan senyum yang bisa ia ciptakan.
Lelang ini menjadi sebuah contoh indah bagaimana sebuah "harta karun" yang terlupakan bisa diubah menjadi berkah yang nyata, sebuah kemenangan bagi sang pemenang lelang yang mendapatkan mobil impian, dan kemenangan yang lebih besar bagi 14 keluarga yang akan segera memilikirumahbaru.
(dan)