JAKARTA - PT LNG Nias Gasifikasi, Special Purpose Company (SPC) yang didirikan PLN Energi Primer Indonesia bersama PT Berkat Samudra Gemilang Lines (BSGL) guna mengembangkan infrastruktur LNG di Klaster Nias, Sumatera Utara melakukan proses pembersihan lahan (land clearing) sebagai awal tanda dimulainya konstruksi proyek gasifikasi klaster Nias pada Rabu (11/6).
Prosesi ini diawali dengan pembersihan area dari vegetasi, puing-puing, dan halangan lain yang dapat mengganggu proses konstruksi. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa proyek konstruksi pembangunan infrastruktur rantai pasok Liquefied Natural Gas (LNG) dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan rencana.
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan bahwa proyek gasifikasi ini merupakan program strategis nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber energi yang lebih bersih dan efisien. Dia mengatakan, dukungan Pemerintah Daerah menjadi faktor krusial dalam keberhasilan proyek ini.
"Dengan target penyelesaian dalam dua tahun, proyek gasifikasi kluster Nias diharapkan menjadi titik balik dalam pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan, ekonomis, dan modern di Sumatera Utara, " ujar Iwan dalam keterangannya, Selasa (17/6).
Baca Juga: PLN EPI Integrasikan ESG ke Seluruh Rantai Operasi Proyek ini akan menyediakan gas alam cair (LNG) untuk satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 34,4 MW pada tahap awal, yang kemudian akan ditingkatkan hingga mencapai kapasitas total 59,4 MW.
Pemerintah Kota Gunungsitoli menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam membangun wilayah kepulauan. Walikota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli menegaskan komitmen Pemkot untuk mendukung penuh pelaksanaan proyek, terutama dalam hal perizinan dan sinkronisasi tata ruang.
"Kami siap mendukung penuh proses percepatan ini karena proyek ini bukan hanya milik PLN atau Kota Gunungsitoli, tetapi bagian dari proyek strategis nasional yang akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kepulauan Nias," ujarnya.
Sowa'a juga menilai bahwa peralihan dari BBM ke Gas akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan kualitas udara, karena emisi karbon dioksida yang dihasilkan jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil lainnya. “Ini untuk masyarakat, untuk Kepulauan Nias maka harus kita dukung penuh, " tandasnya.
Sementara, Manager PLN UP3 Nias, Leonard Tulus Panjaitan menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di Kepulauan Nias saat ini masih bersifat isolated, belum terhubung dengan jaringan listrik Sumatera. Total daya mampu sistem saat ini sekitar 62,9 MW, dengan beban puncak yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi.
Baca Juga: PLN EPI Terapkan Digitalisasi Biomassa Perkuat Rantai Pasok Lebih lanjut, Leonard mengatakan bahwa proyek gasifikasi ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat kapasitas pembangkit, tetapi juga untuk menciptakan sistem kelistrikan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penggunaan LNG sebagai bahan bakar utama akan secara signifikan menekan emisi gas rumah kaca, sejalan dengan roadmap dekarbonisasi dan target Net Zero Emission (NZE) Nasional.
Proyek infrastruktur LNG ini berlokasi di Kota Gunungsitoli dan akan diimplementasikan secara bertahap sesuai rencana kerja. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, proyek ini diharapkan dapat segera memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi dan kualitas hidup masyarakat Nias.
(nng)