JAKARTA - Brigjen TNI Yudha Airlangga yang sebelumnya menjabat Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen)
Kopassus kini mendapat penugasan baru sebagai Komandan Komando Operasi Khusus
(Dankoopssus) TNI. Jenderal Kopassus ini merupakan bagian 117 Pati TNI yang dimutasi oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Selasa, 27 Mei 2025 lalu.
Koopssus merupakan salah satu satuan komando pasukan elit TNI yang secara struktural langsung berada di bawah kendali Panglima TNI. Anggotanya berasal dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Baca juga: Profil Letjen Yunus Yosfiah, Jenderal Kopassus yang Disegani Prabowo Subianto Pembentukan Koopssus yang berlangsung pada 30 Juli 2019 salah satunya bertujuan mengatasi aksi terorisme di dalam negeri maupun di luar negeri yang mengancam kedaulatan, keutuhan bangsa Indonesia.
Yudha Airlangga sebelum diangkat menjadi Dankoopssus TNI memiliki karier militer yang moncer dan mentereng. Abituren Akademi Militer (Akmil) 1997 ini pernah menjabat Asops Kasdam VI/Mulawarman pada 2019 sampai 2021.
Selanjutnya pada 2021-2022 menjabat Komandan Wakil Resimen Induk Kodam (Wadanrindam) II/Sriwijaya.
Karir pria kelahiran 26 Juli 1976 terus menanjak, hingga kemudian mendapat amanah baru sebagai Komandan Resort Militer (Danrem) 071/Wijayakusuma pada tahun 2022 sampai 2023.
Baca juga: Duel Maut dengan Pimpinan Pemberontak, Nyawa Jenderal Kopassus Ini Nyaris Melayang Kariernya makin meningkat dengan penugasan baru sebagai Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Danpusdiklatpassus) Kopasssus pada 2023.
Selanjutnya Yudha Airlangga dipercaya menjadi Wadanjen Kopassus hingga 2025.
Selain itu, Yudha Airlangga yang lahir di Surabaya, Jawa Timur ini dalam meniti karier juga pernah menjabat Dansat-81/Kopassus pada tahun 2018 sampai 2019.
Dia juga pernah menjadi Asren Danjen Kopassus di tahun 2017-2018. Kemudian Dansepara Pusdikpassus pada tahun 2013 dan Danyon 811/Aksus Sat-81 Kopassus di tahun 2012 sampai 2013.
Jenderal Kopassus ini termasuk Pati TNI AD yang berprestasi. Namanya terukir di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebanyak dua kali.
Rekor pertama adalah pengibaran bendera merah putih terbesar berukuran 33,5 meter X 22,5 m di Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat pada 11 April 2015.
Sedangkan kedua, namanya terukir saat Yudha Airlangga menjadi salah satu dari 14 peterjun yang mengibarkan bendera merah putih terbesar berukuran 9x6 meter pada 19 Maret 2019.
(shf)