floating-Jangan Fomo, Santri...
Jangan Fomo, Santri Bumi Shalawat harus Bikin Konten Medsos Berkualitas dan Berdampak
Jangan Fomo, Santri...
Jangan Fomo, Santri Bumi Shalawat harus Bikin Konten Medsos Berkualitas dan Berdampak
Senin, 23 Juni 2025 - 14:26 WIB
SIDOARJO - Generasi muda diajak untuk aktif bermedia sosial ( medsos ) dengan konten-konten berkualitas dan berdampak. Ajakan ini disampaikan sastrawan dan sosiolog Okky Madasari saat menjadi narasumber Dialog Pemuda dengan topik Pelajaran di Tengah Disrupsi Media Sosial yang digelar SMA Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, Senin (23/6/2025)

“Mereka (pemuda) sudah dapat pengetahuan mengenai media sosial karena lahir di era seperti saat ini. Jadi mereka ini sudah punya modal yang tidak dimiliki oleh generasi-generasi saya atau generasi-generasi sebelumnya,” kata Okky. Baca juga:

Pengertian FOMO dan 3 Dampaknya Pada Kondisi Finansial Generasi Muda

Menurutnya, bagaimana sekarang ini menstimulus mereka agar bisa turut mengintervensi sosial media dengan konten-konten berkualitas konten-konten kritis konten-konten yang punya dampak. “Jadi saya orang yang tidak setuju kalau anak muda tidak boleh bersosial media. Justru anak muda harus masuk di gelanggang sosmed. Tapi sudah punya bekal pengetahuan yang kuat sudah diarahkan. Bagaimana bisa berkarya dan bersuara,” tambahnya.

Okky menjelaskan cara anak-anak muda bermedsos yang berkualitas. Pertama, pikiran kritisnya harus dilatih. Mereka harus terus dipancing dan dilatih untuk merawat pikiran kritisnya. Salah satu cara melatih pikiran kritis adalah berani mempertanyakan sesuatu, jangan asal ikut-ikutan jangan asal.

“Jadi sekarang ini ada trend namanya Fomo. Takut ketinggalan, takut kalau nggak sama dengan yang lain, Nah, ini harus dirobohkan mentalitas ini caranya ya terus diajak kritis terus untuk ditunjukan bahwa pikiran kritis itu berharga ditingkatkan literasinya,” ungkapnya.

Jadi, sambungnya, di era sekarang tetap memang harus diperbanyak berlatih menulis dengan baik. Banyak masalah di sosial media terjadi karena semuanya enggak punya kemampuan menuliskan, akhirnya ngata-ngatain orang akhirnya sekedar bikin konten yang menciptakan masala.

Tetapi jika dilatih tertib logika, tertib berpikir, tertib tulis ini akan menghasilkan karya-karya yang lain. Khususnya terus melatih berpikir kritis itu tadi dan terus berkarya dan bersuara. Baca juga: SMA Progresif Bumi Shalawat Gelar PSIE 7.0, Tampilkan 30 Karya Ilmiah Siswa

Media dan Publikasi SMA Progresif Bumi Shalawat Ustadzah Nasywa Imtyaz mengatakan, kegiatan ini untuk memberi bekal kepada para santri menjelang libur. “Diharapkan, selama di rumah bisa bersosial media dengan baik dan bisa memberikan dampak positif,” katanya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 siswa klas X ini juga untuk membentengi para santri agar terhindari dari pengaruh negatif media sosial. “Anak-anak harus bisa menyaring dan memanfaatkan medsos untuk hal yang positif,” terangnya.
(poe)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang