MALANG - Dua dari lima pelaku
pengeroyokan perwira TNI Angkatan Laut (AL) di Terminal Arjosari, Malang, Jawa Timur masih dalam pengejaran. Insiden pengeroyokan perwira TNI AL di Terminal Arjosari memang mengejutkan warga Kota Malang dan menyita perhatian publik.
Sejumlah fakta dirangkum pada peristiwa yang terjadi Kamis malam 26 Juni 2025 sekitar pukul 19.00 WIB di Terminal Arjosari Malang. Berikut ini tujuh fakta insiden pengeroyokan tersebut:
1. Terjadi di Jalur Keberangkatan Bus Patas Insiden pengeroyokan perwira TNI AL itu terjadi di dalam terminal, tepatnya di area depan jalur keberangkatan Bus Patas arah ke Surabaya. Saat itu Terminal Arjosari Malang tengah dalam kondisi ramai, karena libur panjang Tahun Baru 1 Muharram.
2. Terekam Kamera PonselInsiden pengeroyokan itu terekam kamera ponsel warga. Video itu beredar di beberapa platform media sosial (medsos), yang memperlihatkan bagaimana kondisi mengerikannya korban dengan wajah dipenuhi darah.
Baca juga: Ini Tampang 3 Bang Jago Pelaku Pengeroyokan Perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang Terlihat terduga korban mengenakan jaket berwarna biru dan bertopi itu, dalam keadaan luka parah di kepala. Darahnya pun sampai berceceran hingga ke area jalur keberangkatan. Bekas ceceran darah itu masih terlihat pada pagi harinya, meksipun sudah ditumpuk pasir agar menghilangkan bekasnya.
3. Korban Pengeroyokan Perwira TNI AL Korban pengeroyokan diketahui bernama Letda Laut (PM) Abu Yamin, perwira TNI AL aktif yang bertugas sebagai anggota Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Pomal) Lantamal V Surabaya. Sejumlah saksi saat melakukan penelusuran di lokasi kejadian, pun membenarkan hal tersebut bahwa korban memang statusnya anggota aktif TNI AL.
Baca juga: 3 Pelaku Pengeroyokan Perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang Ditangkap "Korbannya anggota TNI AL, dikeroyok beberapa orang, tapi kronologinya kurang jelas," kata petugas berinisial B, yang sempat memberikan pertolongan ke korban.
Hal ini juga dikonfirmasi Kepala Terminal Tipe A Arjosari Mega Perwira Donowati saat ditemui di ruang kerjanya, bahwa korban berdinas di TNI AL, meskipun saat itu di Terminal Arjosari.
"Korban memang anggota aktif TNI, pangkatnya perwira. Kejadiannya sekitar jam 7 malam," ujar Mega Perwira Donowati, ditemui beberapa waktu lalu.
4. Belasan Anggota POMAL Turun ke TerminalPascakejadian pengeroyokan anggota TNI AL, belasan anggota TNI AL dari Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) langsung turun ke terminal. Tampak beberapa anggota ada di lokasi sejak Kamis malam hingga Jumat pagi.
Keberadaan mereka diduga kuat mencari para pelaku yang kabur pascakejadian itu. Bahkan hingga Jumat lalu masih ada anggota POMAL yang turun mencari sisa dari pelaku pengeroyokan.
"Ada pertemuan dengan POMAL, karena beliau TNI aktif, jadi pertemuan aktif untuk memintai keterangan kronologinya, (anggota TNI AL) yang aktif lumayan banyak, aparat ke sini, dari POMAL turun mencari pelakunya," ucap Mega Perwira, selaku Kepala Terminal Tipe A Arjosari Malang.
5. Tiga Pelaku Pengeroyokan Diamankan Petugas gabungan dari kepolisian dan POMAL langsung bergerak sejak Kamis malam. Akhirnya ada tiga orang pengeroyokan sementara ini hingga Minggu (29/6/2025) yang diamankan. "Yang diamankan tiga orang, sisanya belum diamankan, termasuk mandornya Jupang itu lagi dicari," ucap Mega Perwira Donowati.
Tiga orang yang diamankan diduga terlibat pengeroyokan yakni Ahmad Maulana (31), Roni Sejati (25), dan Nurul Hudi (29) ketiganya warga Gang Permadi, Jalan Muharto, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Sedangkan ada dua orang yang diduga pelaku pengeroyokan yakni Mustakim dan Topa, yang masih dalam pencarian.
6. Pengeroyokan karena Cek-Cok Persoalan cek - cok diduga menjadi penyebab pengeroyokan itu. Terduga pelaku merupakan juru panggil penumpang (jupang) bus di Terminal Arjosari Malang. Sedangkan informasinya, korban juga bekerja sebagai juru panggil penumpang meski belum diketahui kebenarannya.
"Info dari teman - teman lapangan sesama jupang tapi masih didalami, kami belum mengetahui kronologis persis di lokasi. Kami takutnya ada yang memperkeruh situasi," ujarnya.
Dari cek-cok itu lantas korban dikeroyok 5 - 6 orang dari jupang. Aksi pengeroyokan ini sensor dipisah oleh sejumlah kru bus, tapi aksinya tak dapat dicegah.
"Kejadiannya cepat, korban dikeroyok oleh 5 - 6 orang, info sementara. Setelah dikeroyok kru bus yang lain berusaha melerai tapi tidak bisa, pelaku lumayan beringas," ungkap dia.
7. Korban Diselamatkan Petugas Terminal Nasib perwira TNI AL itu akhirnya diselamatkan oleh seorang petugas terminal yang datang saat dipanggil oleh kru bus. Petugas berinisial B itu menceritakan bagaimana ia datang menjumpai korban dalam keadaan berdarah-darah di kepala terutama di wajah.
"Saat itu korban masih sadar, memang lukanya di kepala berdarah itu sampai ini jatuh (di shelter keberangkatan). Saya bawa masuk (ke area ruang tunggu). Saya minta telponkan ambulans, di situ akhirnya dia baru nggak sadarkan," jelas petugas berinisial B ini.
Di sisi lain, usai kejadian itu Kepala Terminal Tipe A Arjosari Malang Mega Perwira Donowati segera memerintahkan anggotanya mendampingi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk pemeriksaan. Dari pemeriksaan awal diketahui korban menderita luka-luka di sekitaran wajah. "Bagian wajah, di pipi dan wajahnya berdarah-darah di kepala, matanya kedua bengap," tukasnya.
Caption Lokasi kejadian pengeroyokan perwira TNI AL di Terminal Arjosari Malang (Avirista Midaada / MPI)
(cip)