floating-China-ASEAN Business...
China-ASEAN Business and Investment Summit, Kadin Buka Peluang Bisnis dan Investasi
China-ASEAN Business...
China-ASEAN Business and Investment Summit, Kadin Buka Peluang Bisnis dan Investasi
Senin, 30 Juni 2025 - 20:43 WIB
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia di bawah kepemimpinan Anindya Bakrie terus berupaya bekerja keras untuk membuka peluang- peluang bisnis dan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan lobi-lobi tingkat tinggi dengan negara-negara luar, seperti menghadiri "China-ASEAN Business and Investment Summit".

Dalam forum tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie diwakili Andi Anzhar Cakra Wijaya selaku wakil ketua umum Kadin Indonesia Bidang Diplomasi Multilateral. Pada ajang "China-ASEAN Business and Investment Summit" yang berlangsung di Nanning, China, 23-27 Juni 2025 itu, Andi Anzhar menjadi pembicara dari Indonesia.

Mantan President Committe Respect to International Humanitarians Laws of Inter-Parliamentary Union (IHL-IPU) itu berbicara banyak hal mengenai bisnis dan investasi."China-ASEAN Forum (ini) berusaha mengkonsolidasi bisnis dan investasi dengan total populasi market sebanyak dua miliar penduduk," ujar Andi Anzhar dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/6/2025).

Baca Juga: Kadin: Kepastian Hukum Jadi Kunci Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Pria yang pernah menjadi wakil ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BKSAP DPR-RI) itu pun menyampaikan bahwa di forum tersebut, Ia menyinggung soal jaminan produk halal yang menjadi program prioritas Kadin Indonesia.

"Program jaminan produk halal juga menjadi program prioritas Kadin Indonesia untuk menjadikan produk-produk dari dan ke pasar China lebih terjamin kehalalan produknya," kata Andi Anzhar.

Dalam bidang ekonomi dan investasi, Andi Anzhar mengungkapkan bahwa business matching masif, potensi investasinya sebesar USD2,7 miliar. "Lalu, rantai pasok, inisiatif Nanning adalah memperkuat konektivitas rantai pasok regional," ujarnya.

Di bidang perdagangan dan hukum, Andi Anzhar mengatakan, hadirnya pusat arbitrase dagang dapat meningkatkan kepastian hukum bisnis. Kemudian, mengenai integrasi dan kebijakan, proses Free Trade Agreement (FTA) 3.0 atau Perjanjian Perdagangan Bebas, dapat berjalan paralel didukung analisis dan pelaporan resmi.

Apa dampak "China-ASEAN Business and Investment Summit" ini bagi Indonesia dan ASEAN?

"Pertama, akses pasar lebih besar untuk produk pertanian, manufaktur, dan digital," jelas pria yang saat ini juga menjabat sebagai wakil ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Bidang Politik, Hukum, dan Hubungan Luar Negeri itu.

Baca Juga: Menangkap Peluang Investasi Infrastruktur Lewat ICI 2025, Kadin Indonesia Siap Bersinergi

Kedua, pelindungan investor ASEAN jadi lebih baik di China dan sebaliknya. Dampak berikutnya, adanya peningkatan daya saing UMKM melalui fasilitasi ekspor digital. "Terakhir, terciptanya harmonisasi prosedur bea cukai, sertifikasi, dan keamanan siber lintas batas," pungkasnya.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi