JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (
PP Pordasi) resmi menjalin kerja sama dengan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) TNI AD untuk meningkatkan kualitas atlet berkuda Tanah Air.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Jakarta, Rabu (9/7/2025), oleh Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo dan Wakil Komandan Pussenkav Brigjen TNI Rayen Obersyl, mewakili Komandan Pussenkav Mayjen TNI Eko Susetyo.
Aryo menyebut kerja sama ini berfokus pada pembinaan atlet, khususnya dalam pembentukan mental dan disiplin, serta pengembangan kemampuan teknis berkuda. Tujuan utamanya adalah mencetak atlet profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kerja sama ini sangat penting karena Pussenkav, melalui Satuan Kavaleri Berkuda seperti Denkavkud, tidak hanya berperan dalam pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi besar terhadap prestasi olahraga berkuda nasional. Banyak atlet berkuda berprestasi berasal dari sana,” ujar Aryo.
Ia menekankan bahwa pembentukan karakter dan disiplin adalah kunci bagi setiap atlet untuk meraih prestasi, terutama dalam menghadapi kompetisi berskala besar.
Salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah pemusatan program pembinaan mental dan disiplin atlet di Denkavkud Parongpong. Selain itu, Pordasi dan Pussenkav sepakat mengembangkan cabang olahraga horseback archery (HBA) dengan menggelar kejuaraan nasional yang terbuka bagi kalangan militer dan sipil.
Aryo juga menegaskan dukungan Pordasi bagi atlet-atlet dari Satuan Kavaleri Berkuda untuk tampil di ajang internasional. Ia mencontohkan sejumlah atlet Denkavkud yang lolos seleksi tahap pertama program pencarian bakat Disiplin Eventing menuju SEA Games 2025 Thailand. Mereka akan menjalani pelatnas tahap kedua di Prancis sebagai persiapan lanjutan.
“Pordasi terbuka menjalin kerja sama dengan siapa pun, demi kemajuan prestasi atlet berkuda Indonesia. Ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar berkuda Indonesia bisa tampil di Olimpiade Los Angeles 2028,” ujarnya.
Wakil Komandan Pussenkav Brigjen TNI Rayen Obersyl menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai kesepakatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata sinergi antara militer dan organisasi olahraga.
“Kavaleri dan berkuda punya sejarah panjang yang saling terkait. Sudah semestinya ada kolaborasi kuat untuk pengembangan bersama,” kata Rayen.
Menurutnya, Pussenkav berkomitmen penuh untuk mendukung program bersama ini melalui penyediaan sumber daya manusia, fasilitas, dan dukungan teknis. Ia optimistis kerja sama ini akan membawa manfaat nyata bagi ekosistem berkuda nasional.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, Pordasi turut menghibahkan 18 unit rintangan lintas alam (cross country obstacle) kepada Pussenkav. Hibah ini diharapkan dapat menunjang pengembangan kemampuan atlet, khususnya di Disiplin Eventing.
Kolaborasi strategis ini menandai langkah besar dalam memajukan olahraga berkuda Indonesia ke panggung dunia.
(sto)