floating-Masalah Baru Mobil Listrik,...
Masalah Baru Mobil Listrik, Maling Incar SPKLU Buat Diambil Tembaganya
Masalah Baru Mobil Listrik,...
Masalah Baru Mobil Listrik, Maling Incar SPKLU Buat Diambil Tembaganya
Kamis, 17 Juli 2025 - 15:51 WIB
LONDON - Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar tanpa pengawasan petugas, kini menjadi incaran maling. Mereka mengincar tembaga yang memiliki nilai ekonomis tinggi, meski ada bahaya besar.

BACA JUGA - Mengenal Sederet Perbedaan SPKLU dan SPBKLU

Melansir Rideapart, InstaVolt yang merupakan salah satu jaringan fast-charging terbesar di Inggris mengalami masalah. Lebih dari 700 stasiun pengisian daya mereka dilaporkan rusak karena ulah maling kabel.

Sindikat tersebut merusak dan membongkar stasiun pengisian milik InstaVolt. Tidak ada komponen canggih yang digasak oleh pelaku, melainkan mengincar tembaga yang hanya bernilai 20 poundsterling atau tak sampai Rp400 ribu.

Akibat kerusakan tersebut, perusahaan harus mengeluarkan biaya sebesar 1.000 poundsterling atau Rp19 jutaan. Sebab mereka harus memastikan keamanan pengisian daya tersebut agar tidak ada arus listrik yang bocor.

Pencurian tembaga mungkin terdengar seperti kejahatan yang ada di masa lalu, tetapi kini telah menjadi epidemi modern. Harga tembaga naik akibat permintaan global dan ketegangan geopolitik, terutama karena perusahaan-perusahaan menimbun barang sebelum tarif AS yang semakin ketat.

Bukan hanya pengisi daya kendaraan listrik yang rusak. Pencuri telah mengganggu layanan kereta Eurostar, mengincar solar panel, dan kini mengincar beberapa infrastruktur mobilitas yang berkembang paling pesat.

Setelah mengalami kerugian besar, InstaVolt membuat pelindung kabel menggunakan kevlar dna semacam pelacak forensik bernama SmartWater. Tujuannya adalah agar bisa melacak kabel curian meski sudah dipotong-potong.

Dampak dari pencurian ini adalah setiap kabel yang dicuri meningkatkan biaya operasional, dan biaya tersebut pada akhirnya dibebankan kepada pelanggan. Entah itu tarif pengisian daya yang lebih tinggi, peluncuran stasiun yang tertunda, atau sekadar persepsi publik yang rusak.

Itu sebabnya InstaVolt mendorong agar charger EV diakui sebagai "critical infrastructure". Jika disetujui, maka pencurian kabel bisa mendapat tindakan hukum yang serius.
(wbs)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan