JAKARTA - Christina Aryani, Wakil Menteri Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sekaligus Komisaris PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, tercatat memiliki harta kekayaan sekitar Rp 8,9 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Januari 2025.
Nilai total kekayaan mencakup berbagai aset dan kewajiban yang di laporkan sesuai kewajiban transparansi pejabat negara di Indonesia. Sebagai Wakil Menteri BP2MI dan komisaris pada perusahaan BUMN, keterbukaan laporan kekayaan menjadi wujud akuntabilitas publik dan tanggung jawab pejabat terhadap kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: Harta Kekayaan Tina Talisa, Staf Khusus Gibran yang Merangkap Jabatan Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga Christina Aryani lahir di Jakarta, 17 Juli 1975. Dia menyelesaikan pendidikan Magister Hukum di Universitas Indonesia dan pernah menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan DKI Jakarta II.
Sebelum berkarier di pemerintahan, Christina memiliki pengalaman di sektor swasta sebagai Chief Administrative Officer PT China Communications Construction Indonesia periode 2016-2019, menunjukkan latar belakang manajemen yang kuat.
Pada 2025, ia diangkat sebagai Komisaris Semen Indonesia, perusahaan BUMN yang bergerak di sektor produksi semen dan jasa konstruksi menjadikannya bagian dari pengambilan keputusan strategis perusahaan.
Keberadaan Christina di jajaran komisaris diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan BUMN sekaligus menjembatani kebijakan pemerintah terkait perlindungan pekerja migran dan pembangunan nasional.
Baca Juga: Harta Kekayaan Ahmad Riza Patria, Wamen Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal yang Merangkap Jabatan Jadi Komisaris Telkomsel Sebagai Wakil Menteri BP2MI, Christina memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi dan mengembangkan perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Pengalaman legislatif dan manajemen yang dimilikinya menjadi nilai tambah dalam menjalankan peran ganda di pemerintahan dan BUMN.
(nng)