JALUR GAZA - Antara 27 Mei dan 21 Juli, pasukan Israel membunuh 1.054 warga Palestina di Gaza saat mereka mencoba mendapatkan makanan. Data itu dirilis Kantor Hak Asasi Manusia PBB pada Selasa (22/7/2025).
Menurut data itu, 766 dari mereka tewas di dekat lokasi GHF yang didukung Amerika Serikat (AS) dan Israel, dan 288 orang tewas di dekat konvoi PBB atau organisasi bantuan lainnya.
“Warga Palestina di Gaza sekarat karena kelaparan atau peluru tentara Israel saat mencoba mendapatkan makanan,” ungkap pernyataan PBB.
Lembaga PBB itu menjelaskan, “Kematian dan penderitaan fisik dan psikologis yang mengerikan akibat kelaparan adalah akibat dari campur tangan Israel dalam pengiriman dan militerisasi bantuan kemanusiaan.”
Sumber medis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 51 warga Palestina tewas oleh pasukan Israel di seluruh Gaza sejak fajar hari ini (22/7/2025), termasuk 14 pencari bantuan.
Sementara itu, Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa mengatakan "semua opsi tersedia" jika Israel tidak memenuhi janjinya untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza.
"Pembunuhan warga sipil yang mencari bantuan di Gaza tidak dapat dibenarkan," tulis Kaja Kallas dalam unggahan media sosial.
Dia menambahkan bahwa ia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar "untuk mengingatkan kembali pemahaman kami tentang aliran bantuan dan menegaskan" tentara Israel "harus berhenti membunuh orang di titik-titik distribusi".
Awal bulan ini, Kallas mengatakan Israel telah setuju memperluas akses kemanusiaan ke Gaza, termasuk menambah jumlah truk bantuan, titik penyeberangan, dan rute menuju pusat-pusat distribusi.
Baca juga: Menlu Iran Tegaskan Tak Pernah Berusaha Hapus Israel dari Peta (sya)