JAKARTA - Harta kekayaan Asrorun Ni’am Sholeh, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga menjabat Komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk, tercatat mencapai Rp15,92 miliar berdasarkan laporan terbaru LHKPN yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diunggah di laman resmi KPK memuat rincian aset milik Ni’am, termasuk kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp12,27 miliar. Di antaranya adalah properti yang berlokasi di Depok dengan nilai Rp720 juta.
Selain itu, ia tercatat memiliki kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya senilai Rp497 juta. Rinciannya antara lain mobil Toyota Sienta tahun 2016, Honda HR-V tahun 2021, motor Honda Beat tahun 2016), serta sepeda motor listrik merek United tahun 2019.
Baca Juga: Harta Kekayaan Dante Saksono, Wamen Kesehatan yang Merangkap Jabatan Jadi Komisaris Pertamina Bina Medika IHC Harta bergerak lainnya yang dilaporkan mencapai Rp412 juta, sedangkan nilai surat berharga miliknya tercatat Rp58,9 juta. Ia juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp2,32 miliar serta harta lainnya sebesar Rp360 juta.
Asrorun Ni’am Sholeh dikenal sebagai ulama, akademisi, dan birokrat. Lahir di Nganjuk, Jawa Timur pada 31 Mei 1976, ia meniti pendidikan dari Fakultas Tarbiyah IAIA Jakarta, kemudian melanjutkan ke LIPIA, dan meraih gelar doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ia juga pernah menjadi Research Fellow di National University of Singapore dan mengikuti program kepemimpinan di Johns Hopkins University, Amerika Serikat. Pengalaman akademiknya semakin diperkuat ketika pada awal 2023 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Fikih.
Ni’am pernah menjadi penyuluh agama di Kementerian Agama serta Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI. Kariernya di Kemenpora terentang dari jabatan Deputi Pengembangan Pemuda hingga kini sebagai Deputi Pemberdayaan Pemuda sejak September 2023.
Namanya juga dikenal luas saat menjabat Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2014–2017. Di ranah keagamaan, ia sempat dipercaya menjabat sebagai Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2020.
Baca Juga: LHKPN Terbaru: Harta Kekayaan Wapres Gibran Rp27,5 Miliar, Tidak Punya Utang Sebagai akademisi aktif, Ni’am mengajar di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Jakarta sejak 2004. Orasi ilmiahnya saat pengukuhan sebagai guru besar bertajuk "Transformasi Fatwa dalam Perilaku dan Kebijakan Publik di Era Milenial" banyak menarik perhatian publik.
Di luar jalur birokrasi dan akademik, Ni’am juga duduk sebagai Komisaris di PT Jasa Marga, BUMN yang bertanggung jawab atas pengelolaan infrastruktur jalan tol. Rangkap jabatan antara posisi strategis di kementerian dan BUMN kerap menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya akuntabilitas dan transparansi pejabat publik khususnya terkait potensi konflik kepentingan dan integritas pelayanan.
(nng)