TEL AVIV - Menteri Zionis: Israel Berpacu Lenyapkan Penduduk Gaza, Menjadi Seluruhnya Yahudi
Menteri Warisan
Israel Amichai Eliyahu mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintahnya berpacu dengan waktu untuk memusnahkan Gaza dan penduduk Palestinanya. Menurutnya, wilayah itu akan menjadi "seluruhnya Yahudi".
"Pemerintah sedang berpacu untuk memusnahkan Gaza. Kami sedang membasmi kejahatan ini. Kami sedang membasmi penduduknya," kata Eliyahu kepada radio Israel;
Kol Barama, Kamis (24/7/2025).
"Gaza akan menjadi sepenuhnya Yahudi," katanya lagi.
Baca Juga: Tentara Israel Blakblakan Gunakan Anak-anak Gaza sebagai Tameng Manusia Eliyahu, anggota Partai Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi) ultranasionalis yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, menepis kekhawatiran atas meningkatnya kelaparan di wilayah kantong Palestina tersebut.
"Kita tidak perlu mengatasi kelaparan di Gaza," katanya.
Menteri Zionis tersebut juga mengecam tokoh-tokoh oposisi Israel yang kritis terhadap pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dengan mengatakan, "Orang-orang sakit seperti Yair Golan dan Ehud Olmert telah kehilangan identitas dan dukungan mereka untuk rakyat Israel."
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperlihatkan kepada dunia internasional tentang kelaparan massal di Jalur Gaza akibat blokade militer Israel. Sudah 80 anak di wilayah itu mati kelaparan.
"Gaza menderita kelaparan massal buatan manusia yang disebabkan oleh blokade bantuan," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreysus kepada wartawan dalam konferensi pers virtual dari Jenewa.
"Ini karena blokade," katanya lagi. "Saya tidak tahu apa yang akan Anda sebut selain kelaparan massal, dan itu buatan manusia, dan itu sangat jelas," paparnya, seperti dikutip
AFP.
Setidaknya 10 orang meninggal dunia akibat malnutrisi dan kelaparan dalam 24 jam terakhir pada hari Kamis, menurut otoritas Gaza, sehingga jumlah korban tewas akibat krisis ini menjadi 111 orang, 80 di antaranya anak-anak.
Israel telah menewaskan lebih dari 59.200 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. Kampanye militer Zionis telah menghancurkan daerah kantong Palestina tersebut, melumpuhkan sistem kesehatan, dan menyebabkan kekurangan pangan yang parah.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perang yang dilakukannya di daerah kantong tersebut.
(mas)