floating-Tren Kopi Santan, Dosen...
Tren Kopi Santan, Dosen IPB Jelaskan Apa Bahayanya bagi Tubuh
Tren Kopi Santan, Dosen...
Tren Kopi Santan, Dosen IPB Jelaskan Apa Bahayanya bagi Tubuh
Sabtu, 26 Juli 2025 - 13:14 WIB
JAKARTA - Minuman kopi berkembang ke segala varian, tak terkecuali kini yang menjadi tren adalah kopi campur santan . Dosen IPB University pun menjelaskan apakah campuran kopi dan santan aman untuk dikonsumsi.

Dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi Sekolah Vokasi IPB University Vieta Annisa Nurhidayati mengingatkan bahwa kandungan lemak jenuh santan cukup tinggi. Karena itu, ia tidak menyarankan untuk dikonsumsi berlebihan.

Baca juga: Roemah Koffie dan iNews Media Group Bersinergi Angkat Nilai Budaya Lewat Secangkir Kopi

“Meskipun secara umum aman, santan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang untuk menjaga kesehatan,” katanya, melansir siaran pers, Sabtu (26/7/2025).

Vieta juga memberikan catatan khusus bagi penderita dislipidemia, gangguan jantung, atau masalah empedu untuk berhati-hati mengonsumsi kopi berbahan campuran santan.

Baca juga: Mengingat Kembali Cita Rasa Khas Nusantara Lewat Kopi dan Makanan di Tengah Kota Jakarta

Di sisi lain, Vieta mengungkapkan penggunaan santan dalam kopi diperbolehkan selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

“Santan bisa digunakan sebagai krimer, terutama untuk konsumen yang memiliki lactose intolerance maupun yang ingin menghindari produk hewani. Rasanya gurih dan bahkan bisa lebih creamy dibandingkan krimer biasa,” ujar Vieta.

Ia menjelaskan bahwa santan mengandung asam laurat yang bersifat antimikroba dan berpotensi meningkatkan sistem imun. Jenis lemak dalam santan berupa Medium-Chain Triglycerides (MCT), yang lebih mudah dicerna tubuh.

Penggunaan santan dalam kopi bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menghindari produk susu, mengingat karakteristiknya yang lebih ramah bagi saluran pencernaan.
(nnz)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Tren Kedai Kopi dan...
Tren Kedai Kopi dan Makanan Melonjak, Dorong Transformasi Industri F&B
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi