JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil merespons sikap keluarga
Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu),
Arya Daru Pangayunan (ADP) yang tak percaya hasil penyelidikan Polda Metro Jaya. Diketahui Polda Metro Jaya menyimpulkan, tak ada unsur pidana dan keterlibatan orang lain dalam kematian Arya Daru.
Nasir pun berharap agar Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bisa turun tangan untuk mengusut kasus tewasnya Arya Daru. Apalagi, kata dia, korban merupakan diplomat atau abdi negara Kemlu.
Baca juga: Polisi Simpulkan Diplomat Kemlu Arya Daru Bunuh Diri "Berharap agar Bareskrim Mabes Polri bisa mengambil alih penyelidikan itu mengingat yang meninggal itu adalah seorang yang bekerja di Kementerian penting di republik ini," ucap Nasir saat dihubungi, Rabu (30/7/2025).
Nasir menjelaskan, ambil alih kasus itu bukan dimaksudkan dirinya tak percaya terhadap hasil penyelidikan Polda Metro Jaya.
"Pengambil-alihan ini bukan kita tidak percaya dengan Polda Metro, tapi untuk menjawab keragu-raguan publik soal dugaan kematian Arya," ucapnya.
Nasir pun menghormati hasil penyelidikan Polda Metro Jaya soal kematian ADP yang tidak menemukan unsur pidana dan keterlibatan orang lain. Dengan kata lain, ADP meninggal dengan cara bunuh diri.
Baca juga: Beda dengan Polisi, Keluarga Yakin Diplomat Arya Daru Tewas Bukan karena Bunuh Diri "Berharap kesimpulan itu masih sebatas koma, belum titik. Sebab pihak keluarga tidak percaya dengan kesimpulan polisi itu," ujar Nasir.
Keluarga almarhum Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan (39), angkat bicara usai Polda Metro Jaya mengumumkan hasil penyelidikan penyebab kematiannya. Diketahui Arya Daru ditemukan tewas dengan kondisi terlilit lakban.
Respons Keluarga Arya Daru
Kakak ipar Arya Daru yang mewakili keluarga yakni Meta Bagus mengatakan, keluarga menuntut penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, terbuka, dan tidak boleh ada yang ditutupi.
"Kami percaya bahwa setiap orang berhak atas kebenaran, terlebih ketika menyangkut seseorang yang sangat kami cintai. Karena itu, kami sangat berharap agar proses penyelidikan ini dilakukan secara cermat, menyeluruh, dan profesional," kata Meta Bagus, Rabu (30/7/2025).
Keluarga minta seluruh fakta yang ada diperiksa teliti, termasuk masukan dan informasi yang keluarga punya. Penyelidikan diminta dilakukan dengan tanggung jawab dan integritas.
"Artinya, kami berharap setiap fakta yang ada bisa benar-benar diperiksa dengan teliti dan terbuka. Kami juga berharap semua masukan dari keluarga termasuk hal-hal yang kami alami dan ketahui secara langsung dapat ikut dipertimbangkan," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, di mata keluarga Arya Daru merupakan anak, suami, kakak, adik, dan sahabat yang dikenal berdedikasi serta peduli ke sesama. Maka, keluarga menolak kalau kasus ini cuma disederhanakan atau ditutup cepat.
"Bagi kami, Daru bukan hanya seorang diplomat atau aparatur negara. Ia adalah anak, suami, kakak, adik, dan sahabat yang kami sayangi. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi dan memiliki kepedulian tinggi terhadap orang lain. Dan yang tak kalah penting, kami percaya proses ini akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas oleh pihak-pihak yang berwenang," katanya.
Keluarga mengajak media dan masyarakat luas mengawal proses penyelidikan dengan empati dan informasi berimbang. Mereka merasa pentingnya sikap objektif dan menghargai privasi pihak keluarga.
"Kami percaya, pada waktunya nanti, kebenaran akan terungkap dengan terang dan membawa keadilan serta ketenangan bagi Daru, juga bagi kami yang ditinggalkan. Terima kasih atas doa, perhatian, dan semua bentuk dukungan yang terus kami rasakan dari berbagai pihak," kata dia.
Untuk diketahui, jenazah Arya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025 lalu. Ia ditemukan dengan wajah terbungkus plastik dan lakban kuning, yang sempat menimbulkan spekulasi publik soal dugaan pembunuhan.
(shf)