floating-Kembangkan Bioflok dan...
Kembangkan Bioflok dan Maggot, Partai Perindo Jaksel Hadirkan Solusi Pangan hingga Lapangan Pekerjaan
Kembangkan Bioflok dan...
Kembangkan Bioflok dan Maggot, Partai Perindo Jaksel Hadirkan Solusi Pangan hingga Lapangan Pekerjaan
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 11:23 WIB
JAKARTA - Di tengah permukiman padat dan geliat aktivitas warga Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), sebuah inovasi sosial-ekologis digerakkan oleh kader-kader Partai Perindo atau dikenal dengan Partai Kita.

Di lahan yang dulunya kosong, kini berdiri deretan kolam bioflok berisi puluhan ribu ikan nila yang dikelola para kader Partai Perindo Jaksel di bawah koordinasi Rudy Susanto yang merupakan Ketua DPC Partai Perindo Jagakarsa, sekaligus Ketua Laskar Krukut Luhur (Laskaru) Indonesia.

Apa yang mereka lakukan bukan sekadar budidaya ikan, tetapi ekosistem pemberdayaan yang menyentuh banyak sisi, seperti pengelolaan sampah organik, penciptaan lapangan kerja hingga kedaulatan pangan.

Baca juga: Realisasikan Aspirasi Warga Sumba Barat Daya, Legislator Partai Perindo Salurkan 88 Kambing untuk Ketahanan Pangan

Kunci dari budidaya ini bukan hanya pada kolam dan ikan, tetapi pada pakan yang digunakan yakni ulat maggot yang dibudidayakan sendiri. Setiap dua hari, para kader berhasil mengolah sekitar 600 kilogram sampah organik dari masyarakat dan distribusi Dinas Lingkungan Hidup. Sampah ini dimanfaatkan untuk memproduksi maggot, yang kemudian dijadikan pakan ikan nila.

“Kita kerok telur maggot dari kayu, itu bisa menghasilkan sampai 80 gram. Maggot ini kita pakai buat pakan ikan dan sebagian kecil dijual ke warga,” ungkap Rudy yang juga Ketua Pegiat Maggot Laskaru. Harga maggot yang dijual berkisar Rp8.000-Rp10.000 per kilogram, dan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan.

Baca juga: Partai Perindo Dorong Pemanfaatan AI untuk Transformasi Digitalisasi dan Perluas Layanan Kesehatan

Dia mengungkapkan, sekitar 30.000 ikan nila dibudidayakan dalam 20 kolam bioflok. Masa panen berkisar 4-5 bulan, dengan hasil panen mencapai 300-350 kilogram per kolam. "Hasil panen dijual ke masyarakat, pelaku usaha kuliner dan diserap oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) untuk mendukung Gerakan Gemar Makan Ikan," ungkapnya.

Program ini telah berjalan tiga tahun, dan kini memasuki tahun keempat. Menurut Rudy, keterlibatan kader-kader Partai Perindo Jaksel makin bertambah seiring meningkatnya kesadaran akan potensi ekonomi dan manfaat lingkungan dari budidaya ini.

“Para pegiat maggot bukan cuma bantu mengurangi sampah, tapi juga membuka jalan ke arah ekonomi sirkular. Budidaya ikan bioflok ini bisa menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan Kelompok Pembudidaya Ikan dan masyarakat sekitar,” terang Rudy.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Perindo Dina Masyusin yang mengunjungi aktivitas ini juga mendukung penuh aksi nyata tersebut. “Saya akan coba koordinasi dengan Gubernur supaya lahan-lahan kosong bisa dimanfaatkan oleh kawan-kawan untuk budidaya dan sebagainya," ucap dia yang juga merupakan Sekretaris DPW Partai Perindo DKI Jakarta ini.
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Di Diskusi Partai Perindo,...
Di Diskusi Partai Perindo, JJ Rizal Minta Gubernur Jakarta Belajar dari Soekarno
DPW Partai Perindo DKI...
DPW Partai Perindo DKI Launching Warkop Aspirasa, Gelar Diskusi Refleksi 499 Tahun Jakarta
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Struktur Kabupaten dan...
Struktur Kabupaten dan Kota Selesai, DPW Perindo Bengkulu Matangkan Verpol 2027