floating-Sambut Menlu Belarus,...
Sambut Menlu Belarus, DPD RI Dorong Swasembada Pangan Lewat Diplomasi Asta Cita
Sambut Menlu Belarus,...
Sambut Menlu Belarus, DPD RI Dorong Swasembada Pangan Lewat Diplomasi Asta Cita
Selasa, 05 Agustus 2025 - 22:54 WIB
JAKARTA - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung dan mengawal agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang pangan. Hal tersebut diungkapkannya usai menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri (Menlu) Belarus Maxim Ryzhenkov di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPD RI memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Belarus, terutama dalam sektor pertanian, industri pangan, teknologi mekanisasi, pertukaran teknologi, hingga potensi joint venture antara pelaku usaha Indonesia dan Belarus. Sejumlah komoditas seperti cokelat, gandum, karet, minyak sawit, hingga hasil laut dinilai menjanjikan untuk perdagangan bilateral yang lebih seimbang.

“Potensi pertanian di berbagai daerah Indonesia dinilai memiliki kesamaan dan peluang sinergi dengan keunggulan sektor pertanian Belarus. Ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret,” kata Sultan.

Sambut Menlu Belarus,...


Baca juga: Penanaman Jagung Serentak, Titiek Soeharto Apresiasi Komitmen Polri Wujudkan Swasembada Pangan

Sebagai representasi daerah, DPD RI disebut memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan sektor pertanian secara menyeluruh. Sultan juga mengungkapkan rencana penyusunan rancangan perjanjian kerja sama antarparlemen untuk memperkuat hubungan politik dan ekonomi kedua negara.

Menurut Sultan, beberapa waktu lalu Presiden Prabowo mengatakan bahwa Belarus menunjukkan minat tinggi terhadap berbagai komoditas Indonesia, termasuk kakao dan karet. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 mengungkapkan bahwa terdapat lima provinsi utama yang menjadi pusat produksi kakao nasional, yakni, Sulteng, Sultra, Sulsel, Sulbar, dan Lampung.

"Presiden sudah melakukan tugasnya untuk membuka ruang ekspor Indonesia ke luar negeri dan daerah harus memanfaatkan momentum ini dengan menggenjot produksi kakao serta mengembangkan industri pengolahan cokelat dalam negeri, termasuk karet," tutur Sultan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov mengatakan bahwa pertemuan dengan Ketua DPD RI berlangsung produktif dan membuka peluang besar kerja sama ke depan. "Kami sepakat untuk mendorong hubungan kerja sama di bidang mekanisasi pertanian di Indonesia. Kami juga ingin meningkatkan volume perdagangan kedua negara dengan mencari komoditas baru yang bisa diekspor dan diimpor agar lebih seimbang,” ujar Maxim.

Dalam konteks kerja sama pertanian, Belarus selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok pupuk utama Indonesia. Berdasarkan data resmi BPS, periode 2017–2021 mencatat pertumbuhan positif, dengan volume impor pupuk mencapai puncaknya pada 2021 sebesar 905,5 ribu ton.

Kondisi ini menegaskan pentingnya diversifikasi mitra dagang dan mempercepat kerja sama konkret seperti yang sedang dijajaki melalui jalur parlemen. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pupuk, yang krusial bagi ketahanan pangan nasional di masa depan.

Diketahui, kunjungan kehormatan Menlu Belarus ke DPD RI berlangsung tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di kediaman resminya, Ozyorny, Belarus, pada Selasa, 15 Juli 2025. Dalam pertemuan selama tiga jam tersebut, kedua kepala negara membahas peluang kerja sama strategis di berbagai bidang.

Setibanya di Tanah Air, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertemuan tersebut turut membahas kebutuhan strategis kedua negara, termasuk potensi kerja sama dalam penyediaan pupuk, potasium, dan komoditas penting lainnya. “Belarus membutuhkan banyak komoditas dari Indonesia, sementara kita juga memerlukan pasokan pupuk, potasium, dan produk terkait lainnya,” kata Presiden Prabowo di Jakarta.

Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Belarus dan Ketua DPD RI ini sekaligus menjadi bentuk konkret dukungan DPD RI terhadap agenda strategis negara Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita nomor 2 yang menitikberatkan pada pencapaian swasembada pangan nasional melalui penguatan kerja sama internasional dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.
(rca)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri