floating-Berapa Tarif Impor Trump...
Berapa Tarif Impor Trump ke Malaysia? Nilai Kesepakatan Capai Rp2,45 Kuadriliun
Berapa Tarif Impor Trump...
Berapa Tarif Impor Trump ke Malaysia? Nilai Kesepakatan Capai Rp2,45 Kuadriliun
Kamis, 07 Agustus 2025 - 10:21 WIB
JAKARTA - Guncangan paling terasa kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump dihadapi negara-negara di Asia Tenggara. Pasalnya, ekonomi negara-negara di kawasan ini dibangun di atas ekspor.

Dampaknya sangat besar dan menghantam berbagai industri. Mulai dari eksportir elektronik di Thailand dan Vietnam, lalu pembuat chip di Malaysia , hingga pabrik baju Kamboja.

Malaysia menjadi salah satu yang dibilang berhasil melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan keringanan tarif. Tarif Trump ke Malaysia menjadi sebesar 19% terhadap ekspor dari Malaysia ke AS, lebih rendah dari ancaman sebelumnya yang mencapai 25% pada Juli lalu.

Baca Juga: Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?

Angka tersebut ditetapkan dalam perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada Kamis (31/7), menjelang tenggat 1 Agustus yang ditetapkannya bagi negara-negara mitra dagang untuk merundingkan kerangka kerja perdagangan dengan pemerintahannya.

Dalam upaya mendapatkan keringanan, Malaysia menekankan komitmen menindak penyelundupan semikonduktor canggih melalui wilayahnya serta membantu memediasi gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. Malaysia akhirnya mendapatkan tarif sejajar dengan negara tetangga seperti Vietnam, Indonesia, dan Filipina.

Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Zafrul Aziz sebelumnya menyatakan, bahwa ada sejumlah garis merah yang tidak akan dilewati pemerintah dalam perundingan dagang-seperti mengorbankan kedaulatan negara atau menyingkirkan mitra dagang lain demi mencapai kesepakatan dengan AS.

Meski begitu diyakini tarif dari AS ini akan berdampak terhadap perekonomian. Di sisi lain, pemerintahan Trump juga menuntut Malaysia untuk mengatasi ketimpangan neraca perdagangan, menghapus hambatan non-tarif, serta melindungi teknologi AS agar tidak disalurkan ke pihak ketiga.

Berdasarkan data dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), Amerika Serikat mencatat defisit neraca barang sebesar USD24,8 miliar dengan Malaysia tahun lalu. AS juga tercatat sebagai investor asing terbesar di Malaysia sepanjang tahun yang sama.

Isi Negosiasi Malaysia dan AS

Ada beberapa sektor yang menjadi pondasi kesepakatan Malaysia dan AS, termasuk di dalamnya yakni teknologi dan semikonduktor, energi, penerbangan, serta telekomunikasi. Dilansir dari TheBusinessTimes kesepakatan perdagangan ini mencakup komitmen senilai USD150 miliar (sekitar Rp2,45 kuadriliun) selama lima tahun oleh beberapa perusahaan multinasional Malaysia.

Telekom Malaysia akan membeli peralatan telekomunikasi senilai USD119 juta atau setara Rp1,9 triliu). Komitmen lainnya dalam kesepakatan tersebut, termasuk investasi lintas batas Malaysia senilai USD70 miliar di AS selama 10 tahun.

Perusahaan energi milik Malaysia, Tenaga Nasional juga akan membeli batu bara senilai USD42,6 juta per tahun. Selain itu ditambah pembelian gas alam cair senilai USD3,4 miliar per tahun oleh Petroliam Nasional Berhad atau Petronas.

Malaysia juga sepakat mengurangi atau menghapuskan bea masuk atas 98,4% impor dari AS, serta mengurangi hambatan non-tarif tertentu. Ditambah menghapus persyaratan bagi platform media sosial dan penyedia layanan cloud AS untuk menyumbangkan sebagian dari pendapatan mereka di Malaysia ke dana pemerintah.

Baca Juga: Ekonomi 15 Negara Mitra Dagang AS yang Paling Terpukul Tarif Timbal Balik Trump

Kesepakatan tersebut juga mencakup pembelian pesawat Boeing senilai USD19 miliar oleh Malaysia Aviation Group (MAG). Namun begitu, Tengku Zafrul menyebut bahwa Boeing yang dipesan bukanlah respons terhadap tarif Trump.

Tarif Malaysia oleh pemerintahan Trump tercatat setara dengan tarif yang dikenakan di Thailand, Indonesia, Kamboja, dan Filipina. Sehingga, tarif tersebut lebih rendah dibandingkan tarif Vietnam sebesar 20% dan Brunei sebesar 25%.

Meski demikian, angka itu masih lebih tinggi daripada tarif yang dikenakan kepada Singapura, yaitu sebesar 10%. Laos dan Myanmar menghadapi tarif tertinggi di antara negara-negara anggota ASEAN yakni terkena tarif 40%.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan