floating-AS Terapkan Tarif Impor...
AS Terapkan Tarif Impor Emas Batangan, Analis: Pasar Logam Mulia Global Bakal Terguncang
AS Terapkan Tarif Impor...
AS Terapkan Tarif Impor Emas Batangan, Analis: Pasar Logam Mulia Global Bakal Terguncang
Minggu, 10 Agustus 2025 - 06:52 WIB
JAKARTA - Amerika Serikat atau AS disebutkan telah mengenakan tarif impor pada komoditas emas batangan , menurut laporan media berdasarkan pemberitahuan dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP). Para analis mengatakan keputusan tersebut dapat merugikan sektor pengolahan emas Swiss dan mengguncang pasar logam mulia global.

Menurut Financial Times, yang pertama kali memberitakan kabar tersebut, CBP menyatakan dalam surat keputusan tanggal 31 Juli bahwa batangan emas seberat 1 kg dan 100 ons - format yang paling umum diperdagangkan - harus berada di bawah kode bea cukai yang dikenakan tarif.

Kebijakan ini dilaporkan membuat emas batangan berasa di bawah tarif baru Presiden AS Donald Trump, yang menargetkan puluhan mitra dagang, termasuk Swiss. Sebelumnya Trump memberlakukan tarif 39% pada produk asal Swiss Jumat lalu setelah menolak tawaran Bern untuk tarif 10% sebagai imbalan investasi senilai USD150 miliar yang menuju AS.

Baca Juga: Indonesia Siap Hadapi Tarif AS, Targetkan Perdagangan Tembus Rp1,2 Kuadriliun

Ketika perang tarif dimulai pada bulan April, beberapa komoditas – termasuk jenis-jenis bullion tertentu – dibebaskan. Keputusan CBP, yang dikeluarkan sebagai respons atas permintaan dari sebuah kilang Swiss, menyatakan bahwa emas batangan seberat 1kg dan 100 ons dianggap sebagai barang "semi-manufaktur" dan bukan "emas tidak terolah, nonmoneter," yang merupakan satu-satunya kategori yang dibebaskan dari tarif.

Sebagai informasi Swiss adalah pusat pemurnian emas terbesar di dunia, dan bullion adalah salah satu ekspor terbesar negara ini ke AS.

Sementara itu para pelaku pasar mengatakan kepada Bloomberg, bahwa belum jelas apakah tarif tersebut sudah berlaku. Beberapa mengungkapkan, bahwa CBP mungkin telah melakukan kesalahan, dengan menyebut keputusan tersebut "mencengangkan" dan kemungkinan akan menghadapi proses hukum.

"Kami tidak pernah memikirkan bahwa (emas batangan emas) akan dikenakan tarif," kata Robert Gottlieb, mantan pedagang logam JPMorgan Chase.

Christoph Wild, presiden Asosiasi Pembuat dan Pedagang Logam Berharga Swiss mengatakan, kepada FT bahwa keputusan tersebut "menghantam" perdagangan emas Swiss-AS, serta menekankan seharusnya "emas yang dilebur kembali tidak dikenakan tarif."

Baca Juga: Swiss Terguncang Dihantam Tarif Trump 39%, Harga Jam Tangan Mewah Bakal Naik

Para ahli mengatakan, dampak dari kebijakan tarif emas batangan ini dapat mengganggu pasar bullion global. Diketahui emas sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.

Tahun ini saja, emas telah mengalami reli historis dimana melonjak 27% sejak akhir 2024. Setelah laporan FT, kontrak berjangka emas di New York mencapai titik tertinggi sepanjang masa, dengan kontrak Desember melonjak menjadi USD3.534 pada Jumat pagi.
(akr)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon