ROMA - Menteri Pertahanan (Menhan) Italia Guido Crosetto mengkritik tajam tindakan Israel di Gaza. Dia mengatakan skala penderitaan warga sipil Palestina menunjukkan kampanye Israel telah menyimpang jauh dari pembelaan diri yang sah.
Dalam wawancara dengan surat kabar La Stampa pada hari Senin, Crosetto mengatakan, "Pemerintah Israel telah kehilangan kewarasan dan kemanusiaannya. Memerangi teroris bukan lagi alasan."
Ia berpendapat situasi di Gaza dan Tepi Barat telah melewati ambang batas yang berbahaya.
"Seperti yang Anda ketahui, saya pikir pendudukan Gaza dan beberapa tindakan serius di Tepi Barat menandai lompatan kualitatif ke depan, dan keputusan harus dibuat yang memaksa (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu untuk berpikir. Dan itu bukan langkah melawan Israel, tetapi cara untuk menyelamatkan orang-orang itu dari pemerintah yang telah kehilangan kewarasan dan kemanusiaannya," tegas dia.
"Kita harus selalu membedakan pemerintah dari negara dan rakyat, serta dari agama yang mereka anut," papar dia, seraya menambahkan hal ini berlaku untuk Netanyahu.
Ketika ditanya mengapa tidak ada pemimpin Eropa yang melakukan perjalanan simbolis ke Gaza seperti yang mereka lakukan ke Kiev, meskipun penduduknya "diratakan dengan tanah," Crosetto berkata, "Karena mereka akan mendapati diri mereka berada di bawah pemerintahan, yaitu Israel, yang tidak mau berdialog karena telah mengambil sikap fundamentalis dan integralis."
"Pembelaan yang sah terhadap demokrasi dalam menghadapi serangan teroris yang mengerikan tidak lagi meyakinkan. Kita dihadapkan pada proyek yang sifatnya berbeda: penaklukan wilayah asing sambil mempertimbangkan bencana kemanusiaan," pungkas dia.
Baca juga: India Kirim 20.000 Pekerja ke Israel untuk Gantikan Warga Palestina sejak Genosida Gaza (sya)