KAIRO - Petugas polisi Mesir telah menangkap
influencer"wanita" seksi populer yang dikenal sebagai "Yasmine" karena banyaknya aduan perihal konten-kontennya yang menjurus ke ranah seksual. Yang mengejutkan, TikToker yang viral ini ternyata pelajar pria 18 tahun bernama Abdul Rahman.
Abdul begitu lihai menyamar menjadi perempuan seksi. Konten-kontennya yang meresahkan telah memaksa polisi meluncurkan investigasi dan yang berakhir dengan penangkapannya baru-baru ini.
Polisi, seperti dikutip dari
Gulf News, Minggu (17/8/2025), mengatakan remaja yang diidentifikasi sebagai Abdul Rahman tersebut ditangkap di Provinsi Sharqia, Delta Nil, setelah polisi menerima banyak pengaduan tentang video tarian "Yasmine" yang bernada seksual.
Klip-klip tersebut, menurut para pejabat, melanggar moral publik dan nilai-nilai masyarakat.
Baca Juga: Perempuan Pribumi Ini Menang Ultramaraton 63 Km usai Berjalan 14 Jam untuk Mencapai Garis Start Jaksa awalnya memerintahkan agar pelajar tersebut ditahan selama empat hari sambil menunggu penyelidikan dan merujuknya untuk menjalani pemeriksaan forensik.
Selasa lalu, dia dibebaskan dengan jaminan 5.000 pound Mesir (sekitar USD105) setelah mengakui bahwa dia membuat akun TikTok tersebut untuk menarik pengikut dan menghasilkan pendapatan iklan.
Di desa Ezbet Al Insha, tempat Abdul Rahman tinggal bersama ibunya yang telah bercerai, warga menyatakan ketidakpercayaannya atas kasus tersebut.
“Itu benar-benar mengejutkan,” kata Abdel Halim Abu Issa, seorang tetangga. "Kami selalu menganggapnya sebagai pemuda biasa. Tak seorang pun pernah menduga hal ini."
Para tetangga menggambarkan ibunya sebagai wanita terhormat yang dikenal karena kerja kerasnya membesarkan anak-anaknya setelah berpisah dari suaminya, yang tinggal di desa lain.
Remaja tersebut, kata mereka, sedang menempuh pendidikan di sebuah lembaga teknik pariwisata dan perhotelan. "Kami tidak pernah menemukan sesuatu yang mencurigakan," kata seorang penduduk desa lainnya. "Ini mengejutkan semua orang."
Menurut Kementerian Dalam Negeri, akun TikTok tersebut menampilkan seorang perempuan muda berpakaian terbuka yang menari secara sugestif—konten yang dengan cepat menarik perhatian, keluhan, dan akhirnya penyelidikan polisi.
Kasus ini berkembang ketika petugas polisi melacak orang di balik akun tersebut dan menemukan bahwa "Yasmine" sebenarnya adalah Abdul Rahman.
Dia mengaku telah menyamar sebagai seorang perempuan di dunia maya dan mengunggah video-video tersebut untuk meningkatkan jumlah penayangan dan menghasilkan uang.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan dia didakwa dengan tuduhan peniruan identitas dan menerbitkan konten yang "bertentangan dengan moral publik". Ponsel dan akun daringnya telah disita sebagai barang bukti.
Penangkapan ini terjadi di tengah tindakan keras yang sedang berlangsung di Mesir terhadap apa yang digambarkan oleh pihak berwenang sebagai "konten tidak bermoral" di media sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa
influencer perempuan TikTok telah ditangkap, didakwa, dan dalam beberapa kasus dipenjara karena mengunggah video tarian atau konten gaya hidup yang dianggap tidak pantas oleh jaksa.
(mas)