LONDON - Rencana pembangunan "kedutaan super" China di London telah ditunda setelah pejabat Inggris menuntut klarifikasi atas "bagian abu-abu" dalam desainnya dan Beijing menolak untuk mengungkapkan detail lebih lanjut. China mengecam keras langkah Inggris tersebut.
Proyek tersebut, yang dijuluki "kedutaan super" oleh media-media Inggris, akan menjadi kompleks misi diplomatik terbesar di Eropa. Kedutaan Besar China di Inggris telah menghadapi berbagai kendala birokrasi sejak Beijing pertama kali mengajukan izin pada tahun 2022.
Proyek ini telah memicu kepanikan Inggris, di mana para pakar khawatir itu akan menjadi fasilitas mata-mata. Dalam beberapa tahun terakhir, London dan Beijing telah berulang kali saling tuding tuduhan spionase.
Baca Juga: Viral, Turis China Potong Antrean di Universal Studios Singapore: 'Tanpa China, Singapura Tak Ada' Pada hari Sabtu, seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Inggris menyuarakan "kekhawatiran serius" atas penundaan yang dilakukan oleh Kementerian Perumahan, Komunitas, dan Pemerintah Daerah Inggris, dengan mengatakan bahwa Beijing telah mengikuti semua "praktik diplomatik yang lazim" dan prosedur terkait dalam pengajuannya serta telah memberikan jawaban yang komprehensif atas pertanyaan yang diajukan oleh pejabat Inggris.
"Merupakan kewajiban internasional negara tuan rumah untuk memberikan dukungan dan fasilitasi bagi pembangunan gedung diplomatik," ujar juru bicara tersebut seperti dikutip
Financial Times, Minggu (24/8/2025).
Ia menambahkan bahwa Inggris juga berencana membangun gedung baru untuk kedutaan besarnya sendiri di Beijing.
Pada hari Jumat,
Financial Times melaporkan bahwa Beijing menolak untuk "mengidentifikasi alasan dan justifikasi" untuk Gedung Pertukaran Budaya dan Gedung Kedutaan yang "berwarna abu-abu" dalam tata letak kompleks, meskipun ada permintaan dari Menteri Perumahan Angela Rayner.
Para pejabat China mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka tidak menganggap "perlu atau tepat untuk memberikan rencana tata letak internal yang lengkap...untuk memahami apa yang telah diizinkan."
Kementerian Perumahan Inggris segera setelah itu mengatakan akan menunda keputusan permohonan tersebut hingga 21 Oktober.
China membeli lahan Royal Mint Court seluas lima hektare di dekat Menara London pada tahun 2018. Beijing sejak itu berupaya membangun kompleks kedutaan di sana, yang diperkirakan sepuluh kali lebih besar dari bangunan misi diplomatik saat ini.
Selain gedung utama, kompleks tersebut akan mencakup kantor, 225 rumah, dan pusat pertukaran budaya, menurut laporan media Inggris.
(mas)