JAKARTA - Manajemen Bluebird akhirnya buka suara terkait video viral yang menampilkan salah satu pengemudinya dengan luka di wajah, yang disebut-sebut terjadi di area Lippo Mall Kemang. Video tersebut tersebar melalui akun komunitas otomotif @Dashcam_Indonesia terkait pengemudi Bluebird yang mengalami luka di wajahnya di Lippo Mall Kemang.
Dalam keterangan resminya, Bluebird menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan yang mengganggu kenyamanan maupun ketertiban, apalagi jika menyangkut kekerasan.
“Kami sangat menyesalkan insiden yang terjadi pada 18 Agustus 2025, serta beredarnya video di media sosial yang menyudutkan pihak Lippo Mall Kemang tanpa kronologis yang benar,” tulis manajemen Bluebird melalui unggahan Instagram Story akun resmi @bluebirdgroup, hampir sepekan setelah kejadian.
Hasil Investigasi BersamaMerespons polemik yang berkembang, pihak Lippo Mall Kemang juga menyampaikan klarifikasi. PR and Reputation Management Lippo Mall Kemang, Nidia Niekmasari, mengungkapkan hasil investigasi bersama dengan pihak Bluebird menunjukkan adanya kesalahan narasi dalam video yang beredar.
“Memang benar ada ketidaksesuaian informasi antara video yang beredar dengan fakta lapangan. Narasi yang salah tersebut menimbulkan persepsi yang menyudutkan pihak Lippo Mall Kemang,” jelas Nidia.
Ia pun mengapresiasi langkah Bluebird yang secara terbuka memberikan klarifikasi, sehingga masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara lebih objektif.
“Harapannya netizen bisa menerima berita yang berimbang, tidak hanya berpihak pada satu sisi, apalagi menyudutkan pihak tertentu karena tindakan oknum,” tambahnya.
Komitmen BersamaBaik Lippo Mall Kemang maupun Bluebird menegaskan komitmen mereka untuk terus melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap fakta sebenarnya.
“Kami sama-sama tidak mentolerir adanya kekerasan dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Nidia.
Kedua pihak juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati dalam setiap interaksi—baik antara karyawan, mitra, maupun masyarakat luas.
(dra)