floating-Cerita Pasukan KNIL...
Cerita Pasukan KNIL yang Didominasi Pribumi Dikerahkan Belanda Berperang Lawan Jepang
Cerita Pasukan KNIL...
Cerita Pasukan KNIL yang Didominasi Pribumi Dikerahkan Belanda Berperang Lawan Jepang
Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:00 WIB
SEMARANG - Tentara KNIL (Koninklijk Nederlands(ch)-Indisch Leger) yang sebagian merupakan kaum pribumi Nusantara dikerahkan penjajah Belanda , untuk berperang melawan Jepang. Hal ini lantaran pergolakan antarblok barat dan timur memanas pada 1940-an.

Belanda yang tergabung dalam pasukan sekutu, termasuk di bawahnya Amerika Serikat dan Inggris, bersiap bertempur melawan blok timur salah satunya Jepang. Jepang pun sudah bersiap, pelaksanaan komando tempur di kawasan Pasifik selatan atau Nampo, berada di pundak Jenderal Terauchi.

Konon komandonya memiliki 10 divisi infanteri yakni tentara ke-14 yang menuju Filipina, Tentara ke-25 ke Malaysia, Singapura, dan Sumatera, tentara ke-15 ke Birma yang kini menjadi Myanmar, dan Muangthai atau Thailand, dan tentara ke-16 ke Pulau Jawa. Penguasaan daerah Hindia Belanda lainnya menjadi tanggung jawab Angkatan Laut Kemaharajaan Jepang.

Baca juga: Sejarah Munculnya Londo Ireng di KNIL, Pasukan Belanda Berkulit Hitam dari Afrika

Kekuatan pasukan yang menyerbu Pulau Jawa, terdiri atas tiga divisi dan satu brigade infanteri. Sementara kekuatan tentara KNIL tidak lebih dari sekitar 1.400 perwira ditambah sebanyak 40.000 perwira bantu dan prajurit. Di mana kekuatan dua pertiga dari kekuatan itu merupakan tentara Indonesia, sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia V : Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia-Belanda", Kamis (28/8/2025).

Di kalangan komando senior KNIL terselip keraguan apakan pasukan Indonesia mampu bertempur dalam perang modern pasukan Jepang. Dari jumlah itu, setengahnya berada di Pulau Jawa dan Madura dengan setengahnya lagi tersebar di daerah-daerah luar Pulau Jawa.

Baca juga: 7 Brigjen Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan Agustus 2025, Berikut Ini Daftarnya

Persenjataan mereka tidak lebih untuk mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti gejolak atau gerakan sosial. Menurut Undang-Undang Pertahanan 1927, tentara Hindia Belanda hanya dimaksudkan untuk menghadapi "musuh dalam negeri". Ketentuan itu diubah pada tahun 1937, bahwa KNIL harus siap untuk sewaktu-waktu melawan serangan dari luar.

Namun, masalah itu tidak pernah dipandang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, kekuatan mereka tidak cukup ampuh untuk menghadapi serangan dari luar. Mereka hanya menyandang karabin atau senapan. Senjata otomatis tidak cukup banyak dimiliki.

Bahkan, di Pulau Jawa tampak keadaan kekurangan senjata mesin, artileri medan, mortir, serta senjata anti tank dan senjata anti serangan udara yang mutlak diperlukan untuk menghadapi persenjataan musuh.
(cip)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
AS Dilanda Frustasi,...
AS Dilanda Frustasi, Mengapa Operasi Perang Jilid II Jadi Pertaruhan Trump?
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
Siapa Suku Inuit? Penduduk...
Siapa Suku Inuit? Penduduk Asli Greenland yang Suka Berburu Paus
Siapa Cilia Flores?...
Siapa Cilia Flores? Istri Maduro yang Dikenal sebagai Otak di Belakang Kebijakan Pemerintah Venezuela