floating-Domino Open Tournament...
Domino Open Tournament Royal Pegasus Disambut Antusias Atlet Jabodetabek hingga Makassar, AYP Dorong Jadi Cabang Olahraga Nasional
Domino Open Tournament...
Domino Open Tournament Royal Pegasus Disambut Antusias Atlet Jabodetabek hingga Makassar, AYP Dorong Jadi Cabang Olahraga Nasional
Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:54 WIB
JAKARTA - Suasana Gelanggang Remaja Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan dipenuhi semangat dan antusias para peserta, Minggu (24/8/2025) lalu. Sebanyak 96 pasangan dari berbagai daerah mengikuti Domino Open Tournament Kemerdekaan Royal Pegasus Dominoss yang memperebutkan total hadiah Rp30 juta.

Turnamen ini bukan sekadar ajang unjuk kepiawaian dalam bermain gaple, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun sportivitas. Sejak babak awal, panitia menerapkan aturan penggunaan tirai di meja permainan, sebuah standar yang merujuk pada regulasi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI).

Baca juga: 512 Warga Gandus Meriahkan Lomba Gaple di Posko Sahabat Perindo Palembang

Pembatasan jumlah peserta dilakukan agar turnamen benar-benar diikuti atlet domino yang serius. “Meskipun jumlah peserta tidak terlalu banyak, sejak awal kami ingin memberi contoh penyelenggaraan turnamen sesuai aturan PORDI. Harapannya, domino bisa segera diakui oleh KONI,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Estugraha.

Ketua Pertandingan Muhamad Rizal atau akrab disapa Challo menekankan pentingnya manajemen waktu sebagai bagian dari disiplin penyelenggaraan dalam turnamen tersebut. Selama ini turnamen di Jabodetabek sering selesai larut malam, bahkan sampai Subuh.

"Di Royal Pegasus, kami menargetkan kegiatan selesai maksimal pukul 20.00 WIB, sudah termasuk penyerahan hadiah,” ujarnya.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek, Bandung, Banten hingga Makassar, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap olahraga ini. Di balik kompetisi, terselip semangat kebersamaan dan tekad menjadikan domino lebih diterima masyarakat luas.

Persaingan berlangsung sengit hingga babak final. Pasangan Herman dan Syahrir dari Pordi Cilincing akhirnya keluar sebagai juara pertama. Disusul pasangan Lago dan Nonci dari Gardu Tapong di posisi kedua, serta Djongli dan Dio dari Gardu Millenial di posisi ketiga.

Pembina Gardu Royal Pegasus Andi Yuslim Patawari atau yang akrab disapa AYP menuturkan keberlanjutan acara serupa penting untuk memperkuat konsistensi PORDI di Tanah Air.

“Kita berharap kegiatan ini akan berkesinambungan. Kita berharap domino ini menjadi cabang olahraga nasional yang dipertandingkan ke depannya," tutur pria yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Perindo itu.

Ketua Gardu Royal Pegasus Dr Sukriansyah S Latief menilai turnamen ini juga penting untuk mengubah persepsi publik. “Masih ada yang menganggap domino dekat dengan perjudian. Padahal, MUI sudah menyatakan domino itu halal. Semoga ke depan, dibantu dengan Pak AYP, domino bisa berkembang terus," ungkapnya.
(jon)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
Bicara Ambang Batas...
Bicara Ambang Batas Parlemen, Waketum Perindo: Jangan Sampai Suara Terbuang Sia-sia!
Berbagi Daging Kurban...
Berbagi Daging Kurban ke Panti Asuhan Tebet, AYP: HKTI Ingin Generasi Penerus Bangsa Selalu Sehat
Salurkan Hewan Kurban...
Salurkan Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia, AYP: Bukti Kepedulian Kadin ke Sesama
AYP Serahkan Hewan Kurban...
AYP Serahkan Hewan Kurban ke Musala An-Nur Bukit Duri