JAKARTA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek-Pir) menggelar praktik pembuatan laporan keuangan dan perpajakan bagi
UMKM di Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Riau (UIR), pada 28 Agustus 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Aspekpir Indonesia dan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) serta didukung Program Studi Doktor Sains Manajemen program pascasarjana Univesitas Islam Riau dan 100 pelaku UMKM di Provinsi Riau.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja, mengatakan kegiatan ini selaras dengan program Disbun Riau untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Defris pun sangat mengapresiasi dan terbantu dengan gelaran ini.
Baca juga: Hasil Riset Sawit yang Didanai BPDP Diharapkan Dapat Diaplikasikan Petani "Kita berharap ini dapat menambah pengetahuan para peserta dan menciptakan SDM-SDM yang berwawasan dan berilmu pengetahuan," katanya, Senin (1/9/2025).
Menurut Defris, salah satu faktor yang sangat penting dalam usaha kelapa sawit adalah sistem tata kelola. Salah satunya di tubuh lembaga atau koperasi. "Kegiatan ini sangat penting mendukung koperasi dalam berusaha lebih profesional," tandasnya.
Baca juga: SPKS: Petani Harus Kembangkan Produk UMKM Bahan Dasar Kelapa Sawit Sementara itu, Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono menjelaskan, kegiatan ini sangat penting bagi petani kelapa sawit khususnya yang berkecimpung di dunia koperasi di Riau. Begitu juga dengan para pelaku UMKM.
"Kegiatan ini kita inisiasi lantaran ada keresahan melihat banyaknya koperasi yang diperiksa oleh badan perpajakan bahkan hingga aparat penegak hukum (APH). Salah satunya lantaran laporan keuangan yang masih belum maksimal," bebernya.
Setiyono mengungkap, kegiatan ini menjadi upaya antispasi agar tidak lagi terjadi kesalahan- kesalahan pada laporan keuangan baik di koperasi maupun UMKM, khususnya di Riau. Pembelajaran untuk pembuatan laporan keuangan sangat diperlukan, sehingga diharapkan dapat bermanfaat. "Sehingga wawasan dan pengetahuan mengenai laporan keuangan meningkat," harapnya.
Direktur Program Pascasarjana UIR Prof. Detri Karya mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya asosiasi dan petani kelapa sawit adalah tamu yang memang ditunggu. Sebab merupakan pihak yang langsung bergelut dan berhasil di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi komoditi andalan Indonesia, terutama Riau.
Detri menambahkan, ketertiban dalam laporan keuangan mendorong kekuatan dalam berorganisasi. Alhasil, lahir koperasi -koperasi yang kuat dan mampu bersaing hingga kancah internasional dalam menawarkan produk dan hasil karyanya.
"Dengan begitu target pemerintah Indonesia Emas tahun 2045 mendatang terwujud dengan dukungan yang kuat dari koperasi dan UMKM," jelasnya.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan, dan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah BPDP, Helmi Muhansah, menyatakan bahwa beruntung sekali kegiatan ini dapat dilaksanakan di UIR yang menjadi salah satu pusat pendidikan di Provinsi Riau. Sebab kampus ini memiliki program studi Sains Manajemen. "Peserta yang berasal dari koperasi dan UMKM dapat menggali ilmu lebih dalam dari kegiatan ini," katanya.
(cip)