JAKARTA - Industri asuransi syariah terus berinovasi menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan perlindungan finansial, khususnya dari risiko penyakit kritis. Proteksi terhadap kondisi kesehatan serius kini menjadi fokus pengembangan utama para pelaku usaha.
Merespons hal tersebut, PT Asuransi Takaful Keluarga dengan menghadirkan "Takaful Perlindungan Kritis". Direktur Operasional PT Asuransi Takaful Keluarga, Penny Hikmahwati, menyatakan produk ini dihadirkan untuk memberikan solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap dampak finansial dari penyakit kritis.
"Risiko penyakit kritis mampu mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga. Produk ini menjadi relevan untuk mendukung masyarakat menghadapi situasi darurat kesehatan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Senin (1/9).
Baca Juga: Terapi Elektromagnetik Shimod Sembuhkan Berbagai Macam Penyakit Produk tersebut memberikan manfaat berupa santunan tunai bagi peserta yang terdiagnosis penyakit kritis yang dijamin. Santunan ini dapat dimanfaatkan secara fleksibel, baik untuk membiayai pengobatan maupun menopang kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga peserta dapat fokus pada pemulihan kesehatan.
"Kami ingin menghadirkan ketenangan pikiran bagi masyarakat, karena risiko penyakit kritis tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada kondisi finansial keluarga," tambah Penny.
Baca Juga: 175 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Terbanyak Menderita Penyakit Jantung Penny menegaskan, perjalanan 31 tahun Takaful Keluarga membuktikan bahwa prinsip syariah yang mengedepankan semangat tolong-menolong (ta'awun) dapat menjadi solusi perlindungan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Sebagai perusahaan asuransi jiwa syariah pertama di Indonesia yang berdiri sejak 1994, Takaful Keluarga konsisten menghadirkan produk-produk inovatif berbasis prinsip syariah. Kehadiran "Takaful Perlindungan Kritis" semakin memperkuat portofolio perusahaan dalam memberikan perlindungan menyeluruh yang amanah dan profesional bagi keluarga Indonesia.
(nng)