JAKARTA - Organisasi Pemuda Lintas Iman menyampaikan apresiasi terhadap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tanggap dalam merespons aspirasi masyarakat. Hal ini diungkapkan dalam pertemuan bersama sejumlah pimpinan
organisasi kepemudaan lintas agama.
Ketua Umum
GP Ansor Addin Juharudin menginstruksikan seluruh kader Ansor di Indonesia untuk menjaga kampung dan aset ekonomi masyarakat. “Bapak Presiden sudah menjabarkan banyak hal, memberikan arahan. Oleh karena itu, sejak malam ini kami menginstruksikan kepada seluruh kader agar jangan ragu-ragu menjaga kampung masing-masing, menjaga aset ekonomi, dan membatasi ruang gerak provokator yang ingin merusak desa-desa maupun daerah kita,” katanya dalam konferensi pers usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Senin (1/9/2025).
Baca juga: Pemuda Lintas Iman Serukan Masyarakat dan Kader Jaga Indonesia Addin menegaskan peran aktif pemuda sangat dibutuhkan agar aktivitas sosial, ekonomi, nelayan, dan masyarakat bisa segera pulih. “Selama aspirasi itu benar, maka kita kawal. Tapi kalau sudah merusak fasilitas, tentu akan merugikan kita semua. Maka ambil peran maksimal dan jaga Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, mengapresiasi keterbukaan Presiden Prabowo dalam menyerap aspirasi masyarakat. “Di luar dugaan kami, beberapa harapan yang belum sempat kami sampaikan ternyata sudah direspons baik dan sangat lugas oleh Bapak Presiden,” kata Gusma dalam kesempatan yang sama.
Stefanus merinci delapan poin yang menjadi perhatian Organisasi Pemuda Lintas Iman. Pertama, apresiasi terhadap langkah cepat Presiden dan pemerintah menanggapi tuntutan masyarakat. Kedua, evaluasi gaya komunikasi pejabat agar lebih sensitif, empatik, dan mengedepankan ruang dialog.
Ketiga, penugasan aparat keamanan menjaga ketertiban dengan terukur, tidak represif, serta menindak tegas aksi anarkistis. Keempat, jaminan negara atas kebebasan beribadah dan kemudahan pendirian rumah ibadah.
Kelima, pembangunan ruang komunikasi rutin antara pemerintah dengan tokoh masyarakat, agama, adat, dan pemuda. Keenam, tindak lanjut tuntutan rakyat terkait pajak bumi dan bangunan, pencegahan PHK, kepastian upah layak, serta percepatan program makan bergizi gratis. Ketujuh, dukungan terhadap percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset di DPR.
Kedelapan, dukungan penuh terhadap implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo dengan melibatkan kader pemuda lintas iman di seluruh Indonesia. “Poin-poin itu langsung direspons dengan lugas oleh Bapak Presiden. Bahkan beliau menjadwalkan pertemuan silaturahmi semacam ini dilakukan secara rutin,” jelasnya.
Baca juga: Unjuk Rasa Diwarnai Kerusuhan, IHSG Jeblok 1,21% ke 7.736 Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama organisasi pemuda lintas iman untuk ikut mengawal aspirasi rakyat, menjaga ketertiban, serta mendukung program pembangunan nasional. Pernyataan sikap ini ditandatangani sembilan pimpinan organisasi pemuda lintas iman.
Mereka yakni Addin Jauharudin (GP Ansor), Dzulfikar Ahmad Tawalla (Pemuda Muhammadiyah), Stefanus Gusma (Pemuda Katolik), Sahat Martin Philip Sinurat (GAMKI), Kris Tan (GEMAKU), dan Putu Yoga Saputra (Peradah). Kemudian Wiryawan (Gemabudhi), Masri Ikoni (GPII), dan Ahmad Nawawi (Gema Mathla’ul Anwar).
(poe)