WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Israel pernah memiliki lobi terkuat di Kongres 15 tahun yang lalu, tetapi kini telah kehilangan pengaruh tersebut meskipun mempertahankan superioritas militernya. Pernyataan itu muncul seiring perang genosida yang dilancarkan Israel di Gaza.
"Israel adalah lobi terkuat yang pernah saya lihat. Mereka memiliki kendali penuh atas Kongres, dan sekarang tidak," ujar Trump kepada para wartawan.
"Israel memenangkan perang secara militer tetapi kalah dalam perebutan opini publik," tambahnya.
Ia menekankan, tidak ada yang memberi Israel sebanyak yang ia berikan selama masa kepresidenannya, dan menyebut dukungannya, termasuk mendukung serangan terhadap Iran, sebagai "penuh dan belum pernah terjadi sebelumnya."
Trump mencatat para politisi Amerika "tidak lagi takut mengkritik Israel" seperti dulu, merujuk pada pergeseran dalam kancah politik AS terkait perang di Timur Tengah.
Ia juga mengatakan Israel harus mengakhiri perang di Gaza karena "itu merugikan rakyat Israel."
Sejak 7 Oktober 2023, pasukan Israel, yang didukung langsung oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat, telah melanjutkan perang yang merusak di Gaza, yang sejauh ini telah menewaskan dan melukai lebih dari 224.000 warga Palestina, menurut kementerian kesehatan di wilayah tersebut.
Baca juga: Dari Genosida hingga Gentrifikasi: Rencana Trump Hapus Populasi Gaza Terungkap (sya)