JAKARTA -
Chika Jessica mengungkap dugaan kekerasan dari oknum polisi di tengah aksi demo di kawasan Bandung, Jawa Barat. Dia mengaku bahwa keponakannya menjadi korban salah sasaran petugas yang tengah membubarkan massa.
Hal ini diungkap Chika melalui unggahan tulisan Instagram Story. Padahal, kata Chika, keponakannya itu sama sekali tak telibat aksi dan sedang membeli tahu bulat di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Unisba-Unpas Ditembak Gas Air Mata, Ge Pamungkas Tulis Surat Terbuka ke Dedi Mulyadi "Semalam di Bandung keponakan saya menjadi korban pemukulan oleh polisi di Bandung. Yang dimana polisinya sedang mengejar pendemo berlarian sambil memukul secara random," tulis Chika Jessica dikutip Rabu (3/9/2025).
"Posisi keponakan saya baru pulang kerja dan sedang jajan di gerobak tahu bulat dan sedang diam. Tapi tiba-tiba diseret dan dipukul kepalanya oleh polisi," tambahnya.
Baca juga: Komnas HAM Minta Polisi Tidak Sembarang Tangkap Orang terkait Demo Ricuh Chika mengatakan bahwa teman dari keponakanannya itu sempat meminta aparat berhenti melakukan dugaan kekerasan tersebut. Namun sayang, teman korban juga ikut menjadi sasaran tindak represif dari petugas.
"Bahkan teman-temannya pun sudah teriak 'ini mah karyawan pak baru pulang kerja' tapi temannya malah ikut kena hantaman pentungan polisi juga," beber Chika.
Pada slide berikutnya, bintang film Merantau itu meminta agar petugas lebih cermat dalam membedakan pendemo dan perusuh sehingga dapat menghindari timbulnya korban salah sasaran.
"Dalam keadaan yang sedang tidak kondusif seperti ini, pasti banyak juga oknum yang mengatasnamakan pendemo padahal perusuh. Tapi tolong pak polisi jangan salah sasaran dong," tegas Chika Jessica.
"Nyawa tidak bisa diganti. Kami tidak pantas mendapat perlakuan kasar seperti ini," tambahnya.
Chika Jessica kemudian menjelaskan luka yang diderita keponakannya itu. Dia bilang, sang keponakan mengalami luka lebam di kepala hingga nyeri badan akibat kejadian ini hingga tak bisa bekerja.
"Keponakan saya langsung trauma dan hari ini kami pihak keluarga tidak mengizinkan dia untuk bekerja, karena badannya pun sakit karena diseret dan kepalanya pun memar di dalam," ungkapnya.
Wanita 37 tahun itu lalu berdoa agar kondisi di Tanah Air lekas pulih. Dia pun sangat menyayangkan aksi demo menimbulkan banyak korban dari berbagai daerah.
"Tuhan, segera pulihkan kembali Indonesia ini. Harus sampai segimana lagi sih emangnya? Harus sampe ada korban, dan korbannya harus saudara mereka sendiri dulu gitu ya? Baru bisa merasakan keresahan yang kami rasakan, gitu kah? Harus sampe ada yang babak belur dulu dan hilang nyawa dulu gitu?" pungkasnya.
(nnz)