JAKARTA - Area Manager Communications, Relations & CSR PT
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) Susanto August Satria angkat bicara menyikapi tabrakan beruntun
truk tangki pengangkut BBM. Kecelakaan lalu lintas ini terjadi di turunan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (5/9/2025).
Dia menjelaskan kronologi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit truk tangki BBM dengan nomor polisi B 9194 TFV milik mitra angkutan Koperasi Gatra Migas di wilayah Turunan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Baca juga: 12 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Bogor Akibat Truk Pertamina Alami Rem Blong "Kedua Awak Mobil Tangki (AMT) yang bertugas dalam kondisi sehat dan fit untuk bekerja sebelum keberangkatan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga saat ini," kata Susanto August Satria dalam keterangan resminya pada Minggu (7/9/2025).
Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi cepat dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, serta tim internal untuk melakukan pengamanan lokasi kejadian. Selanjutnya mengevakuasi kendaraan dari badan jalan untuk menghindari gangguan lalu lintas.
"Mobil tangki sudah berhasil dievakuasi oleh petugas lalu lintas. Investigasi internal dilakukan untuk mengetahui penyebab insiden (kecelakaan lalu lintas)," ujarnya.
Baca juga: Pengakuan Sopir Truk Tabrakan Beruntun: Rem Blong Tidak Ketahan Susanto menegaskan, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat berkomitmen untuk menjaga aspek keselamatan dalam setiap proses distribusi energi, dan akan melakukan evaluasi serta tindak lanjut terhadap mitra angkutan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, tabrakan beruntun melibatkan truk tangki Pertamina terjadi di Jalan Raya Jasinga–Cigelung, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Jumat (5/9/2025) membuat syok sopir truk tangki, Dede. Dia mengaku sudah berusaha keras menghentikan laju kendaraannya, namun rem tidak berfungsi sama sekali.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ketika truk bermuatan BBM jenis Pertalite meluncur dari arah Bogor menuju Jasinga. Saat memasuki turunan di kawasan Cilame, truk tiba-tiba hilang kendali. “Rem blong, enggak ketahan. Sudah saya injak berkali-kali, tapi tetap lolos,” kata Dede, Jumat (5/9/2025).
Dede menuturkan, tabrakan pertama terjadi ketika truknya menghantam sebuah mobil pikap yang sedang naik dari arah bawah jalan. “Awalnya nabrak pikap, posisinya mau keluar ke jalan dari bawah. Saya dari atas sudah tidak bisa mengerem lagi,” ujarnya. Akibatnya, 12 kendaraan rusak parah dan puluhan orang mengalami luka-luka. Beruntung, meski truk sedang mengangkut bahan bakar Pertalite, tangki tidak mengalami kebocoran sehingga kebakaran dapat dihindari.
(shf)