JAKARTA – - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
Dito Ariotedjo dikabarkan menjadi salah satu menteri yang terkena reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025). Tak lama setelah isu tersebut beredar, Dito pun menyampaikan ucapan pamit melalui akun media sosial pribadinya.
“Terima kasih untuk semua yang sudah jalan bersama berusaha membuat perubahan di Pemuda dan Olahraga – Semoga dilanjutkan penerus selanjutnya,” tulis Dito.
Dengan pamitnya Dito, kursi Menpora RI resmi kosong. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian siapa yang akan menggantikan posisinya.
Presiden Prabowo sendiri pada siang hari tadi telah memanggil sejumlah pejabat ke Kompleks Istana Kepresidenan. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut ada lima kementerian yang mengalami pergantian, termasuk Kemenpora, serta satu kementerian baru yang dibentuk.
Nasib Persiapan SEA Games 2025
Kepergian Dito dari Kemenpora menimbulkan tanda tanya besar terkait persiapan Indonesia menuju SEA Games 2025 yang akan digelar di Thailand pada 9–20 Desember mendatang. Sebelumnya, Dito menegaskan pemerintah masih melakukan finalisasi jumlah kontingen yang akan diberangkatkan.
“Finalisasi sedang dilakukan. Pekan depan akan ada rapat pleno bersama KOI dan KONI, setelah itu baru diumumkan jumlah atlet dan cabor yang berangkat,” ujar Dito saat dihubungi wartawan, Minggu (7/9/2025).
Sempat beredar kabar bahwa Indonesia bakal mengirimkan 1.548 atlet, yang menjadikannya negara dengan kontingen terbesar ketiga. Namun, keputusan resmi belum diumumkan.
Selain itu, salah satu isu yang masih digodok adalah nasib tim voli putri. Performa mereka tengah menurun setelah terpuruk di SEA V League 2025 dengan catatan enam kekalahan beruntun dan finis sebagai juru kunci. “Voli putri memiliki potensi yang masih baik di level ASEAN, kami akan melihat lagi laporan tim pakar atas potensi itu,” kata Dito kala itu.
Kini, keputusan final soal kontingen SEA Games akan menjadi pekerjaan rumah bagi pengganti Dito di Kemenpora. Dengan waktu persiapan yang hanya tersisa tiga bulan, kepastian jumlah atlet, cabang olahraga, serta target medali Indonesia menjadi tantangan mendesak bagi pejabat baru yang akan dilantik.
Reshuffle kabinet ini menandai akhir kiprah Dito Ariotedjo di Kemenpora. Publik kini menunggu, apakah penerusnya mampu menjaga momentum sekaligus memastikan Indonesia tampil maksimal di panggung olahraga Asia Tenggara.
(sto)