JAKARTA - Memperingati
Hari Olahraga Nasional 2025 , masyarakat Indonesia kembali diingatkan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang konsisten. Tidak hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, rutinitas olahraga ringan hingga intens juga terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup.
Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa aktivitas fisik tertentu mampu memperpanjang usia seseorang secara signifikan. Momentum
Hari Olahraga Nasional tahun ini yang jatuh pada 9 September menjadi kesempatan tepat untuk memulai kebiasaan sehat.
Mulai dari tenis, bulu tangkis, hingga bersepeda, setiap aktivitas fisik memiliki manfaat khusus dalam menjaga daya tahan tubuh sekaligus mengurangi risiko penyakit kronis. Dengan melakukannya secara rutin, peluang untuk hidup lebih lama, sehat, dan bahagia pun semakin besar.
Berikut sederet aktivitas fisik yang membuat panjang umur dilansir dari New York Times, Selasa (9/9/2025).
5 Aktivitas Fisik yang Bikin Panjang Umur
Baca Juga: 6 Aktivitas Fisik untuk Ibu Hamil, Nomor 3 Melatih Peregangan Otot Sendi 1. Tenis
Olahraga tenis dinilai mampu memberikan manfaat signifikan terhadap harapan hidup. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine, seseorang yang rutin bermain tenis bisa memiliki harapan hidup hingga 9,7 tahun lebih lama.
Hasil studi epidemiologi terhadap pria dan wanita di Denmark menyebutkan bahwa olahraga berbasis tim seperti tenis memberi dampak lebih baik dibanding olahraga individu seperti jogging atau bersepeda. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, tenis juga membantu menjaga kesehatan jantung dan melatih koordinasi tubuh.
2. Bulu Tangkis
Olahraga populer di Indonesia ini juga memiliki manfaat serupa dengan tenis. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin bermain bulu tangkis bisa hidup sekitar 6 tahun lebih lama dibandingkan mereka yang jarang beraktivitas fisik.
Meski tidak menjamin umur panjang secara mutlak, kebiasaan bermain bulu tangkis secara teratur dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular, menjaga kebugaran otot, sekaligus mempererat hubungan sosial karena biasanya dilakukan bersama pasangan atau kelompok.
Baca Juga: Aktivitas Fisik Bantu Turunkan Tekanan Darah 3. Sepak Bola
Sepak bola tidak hanya menjadi olahraga paling populer di dunia, tetapi juga memiliki manfaat besar untuk kesehatan. Orang yang rutin bermain sepak bola memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah, terutama terkait kebugaran jantung dan sistem pernapasan.
Para peneliti juga mencatat bahwa aktivitas olahraga apa pun, termasuk sepak bola, dapat menurunkan risiko kematian hingga 28 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif bergerak. Sepak bola dinilai mampu melatih kerja sama tim, daya tahan tubuh, serta ketangkasan fisik.
4. Bersepeda
Bersepeda menjadi pilihan olahraga yang ramah tubuh dan bisa dilakukan siapa saja. Studi dari Universitas Glasgow menunjukkan bahwa pengendara sepeda memiliki tingkat kematian yang lebih rendah dibandingkan kelompok non-pesepeda. Olahraga ini efektif dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan kanker.
Selain itu, bersepeda juga membantu menjaga berat badan ideal karena merupakan olahraga low-impact yang tidak membebani sendi. Aktivitas ini bisa dijadikan rutinitas harian, misalnya dengan bersepeda ke tempat kerja atau sekadar berolahraga santai di akhir pekan.
Baca Juga: 5 Olahraga yang Bisa Memperpanjang Umur, Sepak Bola Turunkan Risiko Kematian Dini 28% 5. Berenang
Berenang dikenal sebagai olahraga yang menyehatkan sekaligus menyenangkan. Data yang dilansir Time menunjukkan bahwa perenang memiliki risiko kematian 28 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak berolahraga.
Selain menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, berenang juga berperan dalam meningkatkan kesehatan mental. Aktivitas ini mampu merangsang pelepasan endorfin yang membuat perasaan lebih bahagia, mengurangi stres, bahkan membantu melawan depresi. Dengan manfaat ganda untuk fisik dan mental, berenang menjadi olahraga lengkap yang layak dijadikan rutinitas.
(dra)