floating-Masa Bulan Madu Berakhir,...
Masa Bulan Madu Berakhir, Ini Pabrikan Mobil Asing yang Wajib Buka Pabrik di 2026
Masa Bulan Madu Berakhir,...
Masa Bulan Madu Berakhir, Ini Pabrikan Mobil Asing yang Wajib Buka Pabrik di 2026
Rabu, 10 September 2025 - 20:00 WIB
JAKARTA - Era "bulan madu" bagi para importir mobil listrik di Indonesia akan segera berakhir. Pesta insentif yang memungkinkan mereka mendatangkan unit secara utuh (CBU) dari luar negeri akan ditutup rapat pada 31 Desember 2025.

Setelah tanggal itu, sebuah babak baru yang lebih menantang akan dimulai, memaksa para raksasa otomotif asing untuk menanamkan komitmennya lebih dalam di bumi pertiwi.

Mulai 1 Januari 2026, aturan main berubah total. Pemerintah memberlakukan kebijakan tegas: setiap mobil listrik yang mereka impor selama masa insentif harus "dibayar" dengan produksi lokal.

Aturannya ketat, dengan komposisi 1:1, artinya satu unit impor harus ditebus dengan satu unit produksi dalam negeri.

Ini bukan sekadar memindahkan perakitan. Para produsen juga diwajibkan untuk mematuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Sebagaimana ditegaskan oleh pihak Kementerian Perindustrian, kewajiban ini adalah harga yang harus dibayar untuk menikmati pasar Indonesia.

“Dalam perjalanannya, perusahaan juga harus memperhatikan nilai, besaran nilai TKDN. Dari 40 persen harus secara bertahap naik menjadi 60 persen besaran nilai TKDN," kata perwakilan Kemenperin, Tunggul, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kebijakan ini menjadi momen penentuan bagi delapan merek yang selama ini menikmati kemudahan impor. Siapa sajakah mereka dan bagaimana nasibnya di tahun 2026?

Berikut adalah daftar merek mobil listrik CBU yang kini wajib membangun basis produksinya di Indonesia:

1. Sang Raksasa, BYD

BYD (Build Your Dreams) adalah contoh paling monumental dari dampak kebijakan ini. Merek asal China ini telah merajai pasar dengan penjualan yang menembus angka 20.000 unit di Indonesia. Angka ini kini menjadi "utang" produksi yang harus mereka bayar mulai 2026.

Dengan model andalan seperti Dolphin, Atto 3, dan Seal, hingga sub-merek premium Denza D9, komitmen mereka sangat besar. Untuk itu, BYD tengah membangun pabrik raksasa di Kawasan Subang Smartpolitan dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit per tahun.

2. Agresor dari Vietnam, VinFast

Berbeda dengan yang lain, VinFast sudah bergerak lebih dulu. Merek ambisius asal Vietnam ini tidak menunggu hingga tenggat waktu berakhir. Mereka saat ini sedang dalam proses pembangunan pabrik di Subang, Jawa Barat, yang direncanakan akan mulai beroperasi pada awal 2026.

Dengan model seperti VF e34 dan VF 5 yang sudah dipasarkan, VinFast menunjukkan keseriusan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya.

3. Duo China Ambisius: Xpeng dan GWM Ora

Dua merek ini masuk ke pasar dengan strategi yang berbeda namun kini menghadapi kewajiban yang sama.

Xpeng: Didatangkan melalui Erajaya, Xpeng telah memperkenalkan model futuristis seperti G6 dan X9. Mereka berencana untuk merakit seluruh lini produknya secara lokal setelah 2026.

GWM Ora: Merek di bawah payung Great Wall Motor ini mencuri perhatian lewat hatchback retro Ora 03. Unit yang saat ini beredar masih didatangkan utuh dari China, namun dapur produksinya akan segera pindah ke Indonesia.

4. Aliansi Indomobil dan Pemain Lainnya

Grup Indomobil yang menaungi merek Aion, Citroen, dan Maxus, sebenarnya sudah memiliki keunggulan. Mereka telah memulai perakitan lokal skala kecil di pabrik PT National Assemblers.

Namun, dengan aturan 1:1, mereka tetap harus meningkatkan kapasitas produksi untuk menebus unit-unit yang masih mereka impor.

Selain aliansi ini, nama besar lain seperti Geely juga termasuk dalam daftar yang wajib beralih dari importir menjadi produsen.

Kebijakan ini jelas bukan sekadar aturan. Ini adalah sebuah strategi besar pemerintah untuk memaksa transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir.

Tahun 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya, memisahkan antara merek yang hanya singgah untuk berjualan dan mereka yang benar-benar berkomitmen untuk tumbuh bersama industri otomotifIndonesia.
(dan)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Xiaomi Kenalkan Tangan...
Xiaomi Kenalkan Tangan Robot untuk Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik
Kasus Mobil Listrik...
Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara