DOHA - Yechiel Leiter, duta besar
Israel untuk Amerika Serikat, mengatakan kepemimpinan Hamas "dalam keadaan waspada" dan "akan disingkirkan". Itu sebagai respons atas kegagalan serangan Israel di kantor politik Hamas di Doha, Qatar.
Menanggapi pertanyaan Fox News apakah Israel berhasil menargetkan para pemimpin kelompok perlawanan tersebut, Leiter menjawab: "Jika kami tidak menangkap mereka kali ini, kami akan menangkap mereka lain kali."
Mengacu pada kecaman yang dilontarkan AS dan negara-negara Teluk terhadap Israel setelah serangan di Qatar, ia menambahkan, "Saat ini kami mungkin akan menerima sedikit kritik. Mereka akan melupakannya."
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan terhadap negosiator senior Hamas di Qatar menunjukkan negaranya akan menargetkan musuh di mana pun mereka berada.
Baca Juga: Generasi Z Nepal Tuntut Pengunduran Diri Massal Pejabat Pemerintah Dalam sebuah unggahan di X, ia menulis: "Kebijakan keamanan Israel jelas – tangan besi Israel akan bertindak melawan musuh-musuhnya di mana pun. Tidak ada tempat di mana mereka bisa bersembunyi."
Katz menambahkan: "Siapa pun yang terlibat dalam pembantaian pada 7 Oktober akan diadili. Siapa pun yang terlibat dalam terorisme terhadap Israel akan menjadi sasaran."
Kemudian, utusan Israel untuk PBB mengatakan negaranya tidak selalu mengikuti tujuan geopolitik sekutu utamanya, Amerika Serikat, sehari setelah menyerang Qatar.
"Kami tidak selalu bertindak demi kepentingan Amerika Serikat. Kami terkoordinasi – mereka memberi kami dukungan yang luar biasa, kami menghargai itu – tetapi terkadang kami membuat keputusan dan memberi tahu Amerika Serikat," kata Danny Danon kepada sebuah stasiun radio Israel.
"Itu bukan serangan terhadap Qatar, itu serangan terhadap Hamas," katanya, seraya menambahkan bahwa keputusan itu "tepat".
(ahm)