JAKARTA - Kawasan Tangerang semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi hunian paling diminati di Indonesia, sebuah tren yang didukung oleh tingginya permintaan pasar. Data terbaru dari Rumah123 mencatat, Tangerang menjadi lokasi terpopuler selama tiga bulan berturut-turut, dari Juni hingga Agustus 2025. Kota ini menyumbang kontribusi permintaan pencarian rumah yang stabil, berkisar antara 15,6% hingga 16,8% dari total pencarian nasional.
Melihat tren positif ini, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) terus berupaya memperkuat kehadirannya di pasar dengan menghadirkan produk hunian dan komersial terbaru. Fokus utama perusahaan adalah pengembangan kawasan Park Serpong yang dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan perumahan di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
Baca Juga: Bangun Budaya Kerja Progresif, Lippo Karawaci Komitmen Pengembangan Karyawan CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady, menyampaikan kinerja positif di paruh pertama 2025 didorong oleh serah terima produk yang tepat waktu. Strategi LPKR untuk menyediakan perumahan terjangkau, yang dilengkapi dengan penawaran di segmen premium, terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan pra-penjualan yang signifikan.
"Hasil kuat di semester pertama membuktikan bahwa strategi kami relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Manajemen LPKR optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan ini," ungkap John Riady dalam pernyataan resminya, Kamis (11/9).
John menambahkan, LPKR akan terus fokus pada pembangunan hunian berkualitas, terjangkau, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Pendekatan ini diharapkan mampu mempertahankan posisi perusahaan sebagai pemain kunci di pasar properti Indonesia, khususnya di kawasan Tangerang.
Baca Juga: Transformasi Mal, Ini Strategi Jitu LPKR Gaet Pengunjung dan Dongkrak Kinerja Meski pasar properti nasional diwarnai tantangan makroekonomi dan daya beli masyarakat yang fluktuatif, LPKR menunjukkan kinerja pra-penjualan yang kuat. Hingga paruh pertama 2025, perusahaan berhasil mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp2,47 triliun, yang setara dengan 40% dari target tahunan. Angka ini mencerminkan permintaan yang berkelanjutan, terutama untuk rumah tapak di berbagai segmen harga.
Pencapaian ini tidak lepas dari besarnya minat pembeli, baik dari segmen rumah tapak terjangkau maupun premium, termasuk di kawasan Park Serpong yang menjadi kontributor utama. Proyek Park Serpong menyumbang hingga 67% dari total pra-penjualan perusahaan. Selain itu, kinerja positif ini juga didukung oleh peluncuran tahap keempat Park Serpong serta pengenalan produk premium baru seperti Belmont Homes dan Bentley Homes.
(nng)