floating-Dua Wajah Roblox di...
Dua Wajah Roblox di Indonesia: Dijinakkan Pemerintah Soal Keamanan Anak, Guyur Kreator dengan Cuan
Dua Wajah Roblox di...
Dua Wajah Roblox di Indonesia: Dijinakkan Pemerintah Soal Keamanan Anak, Guyur Kreator dengan Cuan
Jum'at, 12 September 2025 - 08:28 WIB
JAKARTA - Di satu sisi, Roblox adalah “taman bermain digital” tak terbatas, tempat jutaan anak Indonesia berkreasi, bersosialisasi, dan berimajinasi setiap harinya.

Di sisi lain, Roblox juga jadi "rimba" virtual yang menyimpan potensi bahaya bagi penggunanya yang paling rentan. Inilah dua wajah Roblox, platform game global yang popularitasnya meroket tajam di Tanah Air.

Kini, pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), akhirnya turun tangan untuk "menjinakkan" sisi liar dari platform ini.

Setelah menjadi sorotan, Roblox secara resmi "menunduk" dan mengirimkan surat komitmen kepada pemerintah, berjanji untuk bekerja sama dalam melindungi anak-anak di ruang digital.

Di saat yang bersamaan, mereka juga mengaku agresif "mengguyur" para kreatornya dengan serangkaian alat AI canggih dan insentif finansial.

'Pagar' Baru di Taman Bermain Digital

Langkah pemerintah disambut baik sebagai kemajuan signifikan dalam menciptakan ruang digital lebih aman. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi respons kooperatif dari pihak Roblox.

“Kami mengapresiasi langkah Roblox yang menegaskan kesediaan mereka untuk menyesuaikan diri dengan regulasi Indonesia," kata Meutya Hafid. Ia menambahkan bahwa ini menunjukkan "dialog konstruktif dapat menghasilkan langkah nyata untuk melindungi anak-anak Indonesia."

Sebagai tindak lanjut, Roblox berjanji untuk bekerja sama dengan Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk meninjau dan menyesuaikan klasifikasi umur pada game-game di platformnya, langkah penting untuk memfilter konten yang tidak sesuai.

Hujan Uang dan Senjata AI untuk Para Kreator

Sementara "pagar" keamanan mulai dibangun, di dalam taman bermain itu sendiri, Roblox justru sedang membagikan "kekuatan super" kepada para kreatornya. Ini adalah sisi lain dari wajah Roblox: sebuah mesin ekonomi kreatif dahsyat.

Bayangkan ini: 1.000 developer teratas di platform Roblox secara kolektif menghasilkan pendapatan sebesar USD1 miliar (sekitar Rp16 triliun) setiap tahunnya. Angka ini telah meroket 2,9 kali lipat sejak tahun 2020, menunjukkan betapa masifnya potensi ekonomi di dalam ekosistem ini.

Untuk semakin memompa mesin ini, Roblox meluncurkan serangkaian inovasi baru:

Senjata AI Ajaib: Kreator kini dibekali alat AI untuk menciptakan objek 4D, fitur penerjemah suara real-time untuk memecah batas bahasa antar pemain, serta asisten cerdas untuk mempermudah proses pengembangan game.

Kolaborasi Merek Raksasa: Pintu kolaborasi dibuka lebar. Kreator kini bisa membuat konten menggunakan karakter atau dunia dari merek-merek ikonik seperti Mattel (Barbie), Lionsgate (film Blairwitch), hingga manga populer Blue Lock.

Cuan yang Lebih Besar: Nilai tukar mata uang virtual Robux ke uang nyata (DevEx) ditingkatkan sebesar 8,5%. Artinya, setiap jerih payah kreator kini dihargai lebih tinggi secara finansial.

"Roblox selalu berupaya mendukung kreator membangun bisnis yang sukses di platform kami," ujar Nick Tornow, Senior VP Engineering Roblox. "Dengan inovasi AI dan peningkatan DevEx, kreator kini memiliki lebih banyak peluang untuk tumbuh dan berhasil."

Keseimbangan Antara Kebebasan dan Keamanan

Perkembangan terkini ini menunjukkan Roblox tengah berjalan di atas tali yang sangat tipis. Di satu sisi, mereka harus patuh pada regulasi pemerintah untuk memastikan platformnya aman bagi jutaan anak Indonesia. Di sisi lain, kelangsungan bisnis mereka bergantung pada ekosistem kreator yang bebas, dinamis, dan menguntungkan.

Masa depan platform-platform raksasa seperti Roblox di Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuan mereka dalam menjaga keseimbangan yang rapuh ini: menyediakan ruang yang aman tanpa memadamkan api kreativitas dan kebebasan ekonomi yang telah menjadikannya sebuah fenomenaglobal.
(dan)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Komdigi Sebut Registrasi...
Komdigi Sebut Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik Sederhana dan Cepat, Begini Prosesnya