floating-Keamanan Siber Dipandang...
Keamanan Siber Dipandang sebagai Sektor Bisnis Menjanjikan
Keamanan Siber Dipandang...
Keamanan Siber Dipandang sebagai Sektor Bisnis Menjanjikan
Senin, 15 September 2025 - 17:03 WIB
JAKARTA - Dunia keamanan siber di Indonesia semakin mendapat perhatian melalui ajang Cyber Breaker Competition (CBC) Season 2, yang memadukan kompetisi Capture The Flag (CTF) dengan konsep esports dan edutainment. Kegiatan ini digagas oleh Peris.ai Cybersecurity bersama Team RRQ untuk menjembatani ranah teknis keamanan digital dengan hiburan inklusif.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menegaskan bahwa keamanan siber harus dipandang sebagai peluang bisnis, bukan sekadar beban biaya. "Harapannya, para pegiat keamanan siber bisa berkembang dari individu menjadi perusahaan, bahkan industri tersendiri," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/9).

Baca Juga: Komite DPR AS: China Gunakan Serangan Siber agar Unggul di Meja Perundingan

Tahun ini CBC mencatat 619 peserta dari berbagai daerah, meningkat dibandingkan musim sebelumnya. Lonjakan partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme generasi muda untuk menekuni bidang keamanan digital, sekaligus mencerminkan besarnya potensi pengembangan talenta nasional di sektor ini.

Kompetisi CBC Season 2 berlangsung dalam beberapa tahap, mulai dari kualifikasi, Swiss stage, hingga babak knockout, dengan puncak grand final pada 13–14 September 2025 di Auditorium Cyber UNAS, Jakarta Selatan. Format pertandingan 2 vs 2 dipilih untuk menguji kemampuan teknis sekaligus kerja sama tim, menghadirkan nuansa layaknya turnamen esports profesional.

Ajang puncak turut dihadiri Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, yang menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia lokal. "Indonesia harus mengembangkan talenta sendiri agar mampu menjaga kedaulatan digital dari ancaman dalam maupun luar negeri," tegasnya.

Baca Juga: Indonesia Butuh Matra Siber TNI untuk Hadapi Ancaman Perang Modern

CTO Peris.ai Cybersecurity, Deden Gobel, menyebut CBC sebagai pendekatan baru untuk mengedukasi publik mengenai keamanan digital. Menurutnya, konsep kompetisi berbasis hiburan mampu menarik minat generasi muda pada bidang yang kerap dianggap teknis dan rumit.

CEO Team RRQ, Andrian Pauline, menambahkan bahwa esports kini menjadi pintu masuk generasi muda ke dalam ekosistem digital.

"Kolaborasi ini membuka jalan bagi lahirnya talenta siber yang siap memperkuat industri digital nasional," katanya.

CBC Season 2 mendapat dukungan lintas industri, mulai dari East Ventures, ASUS ROG, hingga Asteria Cyberindo Pratama dan Snowman. Dukungan tersebut menunjukkan bagaimana keamanan siber semakin terintegrasi dengan lanskap ekonomi digital, sekaligus menegaskan potensinya sebagai sektor bisnis yang menjanjikan di masa depan.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week