floating-Upaya Pembunuhan Israel...
Upaya Pembunuhan Israel di Qatar, Pejabat Hamas Ungkap Kejadian Sebenarnya
Upaya Pembunuhan Israel...
Upaya Pembunuhan Israel di Qatar, Pejabat Hamas Ungkap Kejadian Sebenarnya
Kamis, 18 September 2025 - 06:32 WIB
GAZA - Ghazi Hamad, anggota senior biro politik Hamas, mengungkapkan Israel berupaya membunuh anggota delegasi negosiasi gerakan tersebut di ibu kota Qatar, Doha, pekan lalu, saat mereka sedang meninjau proposal Amerika bersama para penasihat. Menurut Hamad, serangan itu terjadi kurang dari satu jam setelah pertemuan dimulai.

“Ketika kami mendengar suara roket, kami menyadari itu adalah upaya pembunuhan,” ujarnya kepada Al-Jazeera.

Ia menambahkan, sekitar 12 rudal menghantam area tersebut dalam satu menit. Para pemimpin yang menjadi target, yang berpengalaman dalam menghadapi serangan udara Israel, berhasil melarikan diri dengan cepat meskipun intensitas pemboman yang tinggi.

Hamad menuduh Amerika Serikat terlibat, baik dalam penghancuran Gaza maupun dalam upaya pembunuhan tersebut.

Dia menekankan dukungan Washington memungkinkan pembersihan etnis dan perang genosida Israel.

Ia mencatat ibu kota Arab dan Islam kini menghadapi ancaman langsung. "Apa yang terjadi di Doha membuktikan bahwa Kairo, Riyadh, Baghdad, dan Amman tidak jauh dari kegilaan Israel yang didukung AS ini," ujar dia.

Pejabat Hamas tersebut menyebut serangan di Doha sebagai ujian bagi keamanan dan martabat negara-negara Arab dan Islam, dan mendesak mereka menanggapi "kesombongan" Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Netanyahu secara terbuka mengancam setiap ibu kota Arab, mengebom Beirut dan Damaskus, dan berupaya memaksakan perdamaian dengan kekerasan," ujar Hamad.

Hamad juga menggambarkan hubungan dengan utusan AS Steve Witkoff sebagai "pahit", menuduh Washington tidak jujur, mengingkari janji, dan mengubah posisi sesuai tuntutan Israel.

Ia secara langsung menyalahkan Presiden AS Donald Trump karena mengizinkan upaya pembunuhan tersebut, dengan mengatakan hal itu terjadi hanya beberapa jam setelah delegasi tersebut mengajukan proposal kepadanya melalui mediator Qatar.

Trump, menurutnya, tidak hanya gagal menghentikan serangan di tanah Qatar—"sekutu AS"—tetapi juga secara konsisten mempersenjatai Israel, mengobarkan perang, dan berbicara tentang "membuka gerbang neraka di Gaza."

"Amerika Serikat telah menunjukkan mereka bukan mediator, melainkan mitra dalam genosida," tegas Hamad menyimpulkan, menekankan ancaman Trump terhadap tahanan Israel tidak akan mendikte tindakan Hamas.

Ia mengatakan gerakan tersebut beroperasi dalam kerangka agama dan hukum, sementara pemboman Israel yang membabi buta justru membahayakan nyawa para tahanan.

Ini adalah pernyataan publik pertama Hamad sejak serangan Doha pada 9 September, yang menewaskan lima warga Palestina dan seorang tentara Qatar.

Baca juga: Lebih Berbahaya Dibanding S-300, Pertahanan Udara Israel di Siprus Bisa Capai Turki
(sya)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas