floating-Purbaya Kaget Cukai...
Purbaya Kaget Cukai Rokok Naik Sampai 57 Persen: Tinggi Amat, Firaun Lu?
Purbaya Kaget Cukai...
Purbaya Kaget Cukai Rokok Naik Sampai 57 Persen: Tinggi Amat, Firaun Lu?
Sabtu, 20 September 2025 - 07:44 WIB
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kaget kenaikan cukai hasil tembakau atau rokok rata-rata mencapai 57 persen. Menurut Purbaya jumlah tersebut terlalu tinggi.

"Ada cara mengambil kebijakan yang agak aneh untuk saya. Saya tanya kan cukai rokok gimana? Sekarang berapa rata-rata? 57%. Tinggi amat, Firaun lu?" ujar Purbaya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (19/9).

Baca Juga: Cukai Rokok Bakal Naik atau Tidak di 2026, Wamenkeu: Masih Dikaji, Masih Ada Waktu

Purbaya mengatakan penurunan tarif cukai justru bisa meningkatkan pendapatan negara. Kebijakan tersebut, menurut dia, tidak hanya soal meningkatkan pendapatan negara tetapi juga harus mempertimbangkan industri dan tenaga kerja.

Purbaya tidak sepakat dengan kebijakan yang didesain untuk membunuh industri tanpa adanya mitigasi bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan.

"Makanya banyak yang dikecilkan kemarin kan di sana. Terus mitigasinya apa? Apakah kita sudah buat program untuk memitigasi tenaga kerja yang menjadi nganggur? Programnya apa dari pemerintah enggak ada, lho kok enak? kenapa buat kebijakan seperti itu," tegasnya.

Tidak hanya itu, Purbaya juga menyebut kebijakan soal cukai dianggap tidak bertanggung jawab. "Kalau gitu nanti kita lihat selama kita nggak bisa punya program yang bisa menyerap tenaga kerja yang nganggur, industri itu nggak boleh dibunuh," lanjutnya.

Ke depan, Purbaya berencana lebih memperhatikan industri rokok. Dia akan berkunjung ke Jawa Timur dan berbicara dengan para pelaku industri.

Baca Juga: Purbaya Tolak Ada Tax Amnesty Lagi: Nanti Kita Dikibulin Terus

Dia tidak akan membiarkan industri rokok dibunuh oleh produk palsu yang beredar luas di pasaran. Ia memerintahkan jajarannya untuk memonitor dan memberantas penjualan rokok palsu secara daring.

"Nggak fair kan kita narik ratusan triliun pajak dari rokok, sementara mereka nggak dilindungin marketnya," ungkapnya.

"Di sana kerja, di sini dibunuh. Itu kan sama aja mendingan gue hidupin yang sini, sana tuh penuh, kira-kira begitu kita akan lihat ke arah sana," tegas Purbaya.
(nng)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik