floating-Hamas Rilis Foto Perpisahan...
Hamas Rilis Foto Perpisahan 47 Sandera Israel saat Kota Gaza Diserang Secara Membabi Buta
Hamas Rilis Foto Perpisahan...
Hamas Rilis Foto Perpisahan 47 Sandera Israel saat Kota Gaza Diserang Secara Membabi Buta
Minggu, 21 September 2025 - 06:19 WIB
GAZA - Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada hari Sabtu merilis apa yang mereka sebut sebagai "foto perpisahan", yang menunjukkan 47 sandera Israel. Foto ini dirilis ketika militer Zionis menyerang Kota Gaza secara membabi buta.

Menurut Hamas, foto tersebut diambil pada awal serangan militer terbaru Israel di Kota Gaza.

Foto itu, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Minggu (21/9/2025), disertai keterangan dalam bahasa Arab dan Ibrani yang berbunyi: "Atas keteguhan hati [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu dan ketundukan [Kepala Staf Militer Letnan Jenderal Eyal] Zamir, ini adalah foto perpisahan di awal operasi di Gaza."

Baca Juga: Eks Tawanan Israel Sebut Netanyahu Perintahkan Pembunuhan Sandera di Gaza

Hamas mempublikasikan foto tersebut di situs web resminya, menggarisbawahi posisinya bahwa nasib para sandera berada di tangan keputusan politik para pemimpin Israel.

Hamas telah berulang kali menyatakan kesiapannya untuk mencapai kesepakatan komprehensif dengan Israel guna membebaskan semua tawanan Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina, mengakhiri perang di Gaza, dan memastikan penarikan penuh pasukan Israel.

Namun, Netanyahu telah berulang kali menolak proposal tersebut, dan justru bersikeras pada pengaturan parsial yang memungkinkannya untuk menunda dan memberlakukan persyaratan baru di setiap tahap negosiasi.

Banyak pihak di Israel dan di tempat lain menuduh Netanyahu memperpanjang perang demi kelangsungan politiknya sendiri, mengabaikan kelangsungan hidup para sandera.

Pada 9 September, Israel menyerang sebuah kompleks perumahan di Doha, menewaskan lima anggota Hamas saat mereka sedang membahas proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Gaza, tempat hampir 65.000 warga Palestina telah terbunuh sejak Oktober 2023.

November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas perangnya di wilayah kantong Palestina tersebut.
(mas)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?