floating-Tak Ingin Ada Pesaing,...
Tak Ingin Ada Pesaing, Pemimpin Kelompok Pro-Israel di Gaza Dieksekusi Hamas
Tak Ingin Ada Pesaing,...
Tak Ingin Ada Pesaing, Pemimpin Kelompok Pro-Israel di Gaza Dieksekusi Hamas
Senin, 22 September 2025 - 17:30 WIB
GAZA - Tiga orang yang dihukum karena berkolusi dengan rezim Israel terhadap penduduk Jalur Gaza telah dieksekusi oleh gerakan perlawanan Palestina, Hamas , di tengah genosida Tel Aviv di wilayah pesisir tersebut. Perkembangan ini terjadi pada hari Minggu, saluran berbahasa Arab dari jaringan televisi Rusia, RT, melaporkan di situs webnya, mengutip sumber-sumber lokal.

Kolaborator utama diidentifikasi sebagai Yasser Abu Shabab. Dia dikenal sebagai salah pemimpin pasukan milisi Gaza yang memiliki kedekatan dengan Israel. Dua lainnya bernama Rami Helles dan Ahmed Jundia.

Sementara itu, warga Gaza yang berkumpul di lokasi tersebut memberikan penghormatan kepada Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata gerakan perlawanan Hamas di wilayah tersebut, dan menjanjikan dukungan publik yang berkelanjutan.

Operasi tersebut, menurut mereka, "mencerminkan pengejaran berkelanjutan kelompok perlawanan terhadap mata-mata dan kolaborator yang mengancam keamanan warga dan perlawanan Palestina."

Perkembangan ini terjadi di tengah genosida yang terjadi sejak Oktober 2023 hingga saat ini, yang sejauh ini telah merenggut nyawa sekitar 65.300 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Baca Juga: Pengakuan Negara Palestina Menguat, Inggris Ancam Israel agar Tidak Balas Dendam

Serangan militer yang brutal juga telah menyebabkan ribuan orang lainnya hilang, baik terkubur di bawah reruntuhan maupun menjadi korban penghilangan paksa.

Bulan lalu, Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutip sekelompok pakar PBB yang menyuarakan kekhawatiran atas kasus-kasus penghilangan paksa di lokasi-lokasi yang dioperasikan oleh apa yang disebut "Yayasan Kemanusiaan Gaza".

Menurut para pakar, "kejahatan keji" tersebut menargetkan sejumlah individu, "termasuk seorang anak," yang telah mengunjungi "lokasi distribusi bantuan" yang dikelola oleh GHF kontroversial yang dioperasikan Israel dan didukung Amerika Serikat.

Para pejabat Gaza juga telah melaporkan kematian ratusan orang lainnya akibat tembakan langsung Israel yang menyasar warga Palestina yang kelaparan di lokasi-lokasi tersebut.
(ahm)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina