BANJARMASIN - Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam Grand Final Banjarmasin Student English Fest (BSEF) 2025, Selasa (23/9/2025). Acara ini menjadi puncak dari rangkaian festival bahasa Inggris terbesar se-Kalimantan Selatan, sekaligus bagian dari peringatan HUT ke-499 Kota Banjarmasin dan Wali Kota Cup 2025.
BSEF 2025 melibatkan lebih dari 6.000 peserta sejak awal penyisihan. Dari jumlah tersebut, 30 finalis terbaik terpilih untuk tampil di Grand Final dalam tiga kategori utama: Lomba Karya Kreatif, Debat Bahasa Inggris, dan Cerdas Cermat Bahasa Inggris untuk tingkat SD, SMP, dan SMA/K.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR mengapresiasi semangat dan partisipasi pelajar dalam BSEF 2025. "Saya apresiasi kegiatan yang mencerdaskan anak-anak di Kota Banjarmasin, apalagi ini dilaksanakan tanpa dukungan APBD. Antusias pesertanya luar biasa, bahkan siswa dari pelosok pun mampu bersaing dengan kemampuan bahasa Inggris mereka," kata Muhammad Yamin dalam keterangan tertulis, Senin (29/9/2025).
Yamin menegaskan, BSEF merupakan implementasi nyata dari program prioritas pemerintah kota dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing, serta membentuk generasi muda yang siap bersaing di level nasional hingga global.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menyebut festival ini bukan hanya ajang lomba, tapi juga ruang kolaborasi dan pengembangan kapasitas guru.
"Fokus kami bukan hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga meningkatkan kapasitas guru agar pembelajaran lebih interaktif, sekaligus memberi ruang kreativitas bagi siswa maupun guru pendamping," kata Ryan.
Momentum Grand Final juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan PT. 8 Elements untuk memperluas akses pembelajaran digital melalui platform LearningRoom, yang telah digunakan oleh lebih dari 80.000 siswa di berbagai daerah Indonesia.
Direktur PT. 8 Elements, Joerg Tente menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang menyenangkan, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
"Kami bangga bisa mendukung pemerintah daerah dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global," katanya.
Suasana Grand Final berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari guru dan suporter sekolah. Para finalis tampil memukau dalam berbagai bentuk pertunjukan dan kompetisi, mulai dari drama, puisi, hingga adu gagasan kritis dalam bahasa Inggris.
Acara juga dimeriahkan dengan sesi literasi keuangan dari Bank Indonesia, serta berbagai interaksi kreatif yang membangun semangat literasi dan komunikasi di kalangan pelajar.
Sebagai penutup, para juara diumumkan dan menerima penghargaan dari pemerintah kota serta penyelenggara. Apresiasi khusus juga diberikan kepada guru pendamping dan suporter terbaik.
(abd)