floating-Gempa Magnitudo 6,9...
Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Filipina, Korban Tewas 72 Orang
Gempa Magnitudo 6,9...
Gempa Magnitudo 6,9 Guncang Filipina, Korban Tewas 72 Orang
Kamis, 02 Oktober 2025 - 13:39 WIB
MANILA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 telah mengguncang Cebu, Filipina, pada 30 September lalu. Hingga Kamis (2/10/2025), jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 72 orang.

Dewan Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana (NDRRMC) mengatakan gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut.

Gempa Cebu kemungkinan dipicu oleh patahan yang belum pernah menghasilkan gempa kuat dalam 400 tahun terakhir.

Dari 72 korban jiwa, 30 di antaranya ditemukan di Kota Bogo, 22 lainnya ditemukan di San Remigio, 12 orang ditemukan di Medellin, lima orang Tabogon, dan tiga sisanya ditemukan di Sogod, Tabuelan, dan Borbon.

Baca Juga: Setelah Sukses di Nepal, Gen-Z Gelorakan Revolusi One Piece di Filipina

Sementara itu, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) telah mencatat setidaknya 2.792 gempa susulan. Namun hanya 14 di antaranya yang terasa.

Gempa dangkal berkekuatan magnitudo 6,9 melanda Selasa malam di lepas pantai utara Pulau Cebu dekat Bogo, sebuah kota berpenduduk 90.000 jiwa.

Pemerintah pusat mengatakan 294 orang terluka dan sekitar 20.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka. Hampir 600 rumah hancur di utara Pulau Cebu dan banyak yang tidur di jalanan saat ratusan gempa susulan mengguncang daerah tersebut.

Gubernur Provinsi Cebu, Pamela Baricuatro, menyampaikan beberapa permohonan bantuan mendesak pada hari Kamis. Dia mengatakan ribuan orang membutuhkan air minum, makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara. Para relawan juga untuk memilah dan mendistribusikan bantuan.

"Banyak rumah hancur dan banyak keluarga membutuhkan bantuan untuk pulih...Mereka membutuhkan bantuan, doa, dan dukungan kita," ujarnya di Facebook.

Presiden Ferdinand Marcos Jr dijadwalkan terbang ke Cebu bersama para ajudan seniornya pada hari Kamis untuk memeriksa kerusakan dan mengoordinasikan upaya bantuan.

Sebuah kapel desa kecil menjadi rumah pascagempa bagi Diane Madrigal, seorang warga Bogo berusia 18 tahun, dan 14 tetangganya setelah rumah mereka hancur. Pakaian dan makanan mereka berserakan di bangku-bangku kapel.

"Seluruh dinding (rumah saya) runtuh, jadi saya benar-benar tidak tahu bagaimana dan kapan kami bisa kembali lagi," kata Madrigal kepada AFP.

"Saya masih takut dengan gempa susulan hingga saat ini, rasanya kami harus berlari lagi," imbuh dia.

Lucille Ipil, seorang ibu empat anak, menambahkan wadah airnya ke deretan wadah air sepanjang 10 meter di sepanjang jalan di Bogo, tempat para penduduk dengan putus asa menunggu truk pemadam kebakaran yang dijadwalkan membawakan mereka air.

"Gempa bumi benar-benar menghancurkan hidup kami. Air penting bagi semua orang. Kami tidak bisa makan, minum, atau mandi dengan layak," katanya kepada AFP.

"Kami benar-benar ingin kembali ke kehidupan lama kami sebelum gempa, tetapi kami tidak tahu kapan itu akan terjadi...Pembangunan kembali membutuhkan waktu yang lama."

Banyak daerah masih tanpa listrik, dan puluhan pasien berlindung di tenda-tenda di luar rumah sakit provinsi Cebu yang rusak di Bogo.

"Saya lebih suka tinggal di sini di bawah tenda ini. Setidaknya saya bisa dirawat," kata Kyle Malait (22) sambil menunggu lengannya yang terkilir dirawat.

Lebih dari 110.000 orang di 42 komunitas yang terdampak gempa akan membutuhkan bantuan untuk membangun kembali rumah mereka dan memulihkan mata pencaharian mereka, menurut kantor pertahanan sipil regional.

Upaya pencarian dan penyelamatan tampaknya mulai mereda di Bogo pada Kamis dini hari, sementara tim penyelamat berkeliaran menunggu instruksi.

"Sampai saat ini, semua orang yang dilaporkan hilang telah dievakuasi," ujar Liewellyn Lee Quino, pejabat dinas pemadam kebakaran Cebu, kepada AFP.

Tim penyelamat dikirim untuk memeriksa ulang hotel yang runtuh beberapa jam setelah tiga jenazah dievakuasi.

"Pemeriksaan terakhir ini penting agar kami dapat meyakinkan masyarakat di sini bahwa tidak ada seorang pun yang terlupakan di dalam bangunan-bangunan ini, dan bahwa mereka dapat memilih untuk menghancurkan tempat ini sepenuhnya (untuk pembangunan kembali)," kata Quino.

Gempa bumi hampir terjadi setiap hari di Filipina, yang terletak di "Cincin Api" Pasifik, sebuah busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang hingga Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.

Sebagian besar gempa terlalu lemah untuk dirasakan oleh manusia, tetapi gempa yang kuat dan merusak terjadi secara acak, tanpa teknologi yang tersedia untuk memprediksi kapan dan di mana gempa tersebut akan terjadi.
(mas)
Baca Berita
Dengarkan Selanjutnya :
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Gempa M4,5 Guncang Kendari,...
Gempa M4,5 Guncang Kendari, Berpusat di Darat Akibat Sesar Aktif