JAKARTA - Riwayat pendidikan Muhammad Mardiono menarik untuk diulas. Di tengah isu perpecahan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), kepengurusan PPP dibawah Mardiono mendapat pengesahan Kementerian Hukum (Kemenhum).
Saat ini PPP tengah dilanda dualisme kepemimpinan setelah muncul klaim kepengurusan baru yang dipimpin oleh Agus Suparmanto, mantan Menteri Perdagangan. Hal ini dianggap sebagai upaya “kudeta” oleh pihak Muhammad Mardiono, Plt Ketua Umum PPP yang diakui pemerintah.
Baca juga: Menkum Akui Kepengurusan Ketum PPP Mardiono Namun
Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Kepengurusan PPP periode 2025-2030, Kamis (2/10/2025).
Pengesahan ini dilakukan secara cepat setelah kubu Mardiono mengirimkan berkas pendaftaran PPP kepemimpinannya ke Kemenkum pada 30 September 2025. Menkum SK itu diteken setelah meneliti AD/ART dan kepengurusann yang tidak berubah.
Baca juga: Kubu Agus Suparmanto Ajak Mardiono Cs Gabung, Gus Yasin: PPP Harus Masuk Parlemen "Surat keputusan Menteri Hukum tentang pengesahan kepengurusan hasil Muktamar PPP itu sudah saya tandatangani kemarin sekitar jam 10 atau jam 11," pungkasnya, Kamis (2/10/2025).
Riwayat Pendidikan Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono
Melansir laman Wantipres, Mardiono adalah Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2019-2022. Namun sebelum itu, Mardiono dikenal sebagai pengusaha dan politikus.
Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) provinsi Banten 2002-2007 ini lahir di Yogyakarta, Jawa Tengah 11 Juli 1957 dan mengawali pendidikannya di sebuah sekolah dasar di Yogyakarta (1970).
Baca juga: Saling Klaim Kemenangan Mardiono Vs Agus Suparmanto di Muktamar X Rugikan PPP Mantan Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Provinsi Banten (2007-2012) ini lalu melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama di Magelang (1973).
Mardiono lalu melanjutkan sekolah menengah atas juga di Kawasan Magelang pada 1976. Sosoknya memang dikenal terbatas di kalangan, terutama di dunia usaha dan politik membuat catatan pendidikan tingginya pun tidak ditemukan.
Di bidang politik, Mardiono pernah menjabat sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Banten dan Wakil Ketua Umum PPP di Bawah kepemimpinan Muhammad Romahurmuziy.
Pada Muktamar IX PPP di Makassar 2020 lalu Mardiono sempat mendeklarasikan diri maju sebagai calon ketua umum. Namun ia urung bertarung dalam perebutan caketum dan akhirnya Suharso Monoarfa yang terpilih aklamasi sebagai ketua umum partai berlambang Kabah tersebut.
Demikian riwayat pendidikan
Mohammad Mardiono , Ketua Umum
PPP yang mendapat pengesahan Menteri Hukum. Semoga bermanfaat.
(nnz)