TEL AVIV - Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan kesiapan Israel melaksanakan "tahap pertama dari rencana Trump untuk segera membebaskan semua sandera". Pernyataan itu menyusul tanggapan Hamas terhadap rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Gaza.
"Kami akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan presiden dan timnya untuk mengakhiri perang sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Israel, yang sejalan dengan visi Trump untuk mengakhiri perang," ungkap pernyataan tersebut.
Namun, pernyataan tersebut tidak merujuk pada seruan Presiden Trump agar Israel "segera" menghentikan pemboman mematikannya di Gaza, yang menurut pemimpin AS tersebut penting untuk memastikan pembebasan tawanan Israel yang aman.
Hamas telah menerima elemen-elemen inti dari rencana gencatan senjata Presiden AS Donald Trump untuk Gaza, termasuk pengembalian semua tawanan Israel dan penyerahan pemerintahan kepada para teknokrat Palestina.
Kelompok Palestina tersebut tidak menyebutkan elemen krusial lain dalam rencana tersebut, terutama pelucutan senjatanya, tetapi menyatakan bersedia "segera memasuki" perundingan melalui mediator untuk menyelesaikan detailnya.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Trump memuji perkembangan ini sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya" dan mengatakan itu adalah "hari yang sangat istimewa".
Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, pemimpin AS tersebut juga meminta Israel untuk "segera" menghentikan pengeboman Gaza karena ia yakin Hamas "siap untuk perdamaian".
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan komitmen Hamas "harus ditindaklanjuti tanpa penundaan", dengan mengatakan ada peluang untuk "membuat kemajuan yang menentukan menuju perdamaian".
Militer Israel melanjutkan pemboman mematikannya di Gaza pada hari Jumat, menewaskan 72 orang dalam serangan di seluruh wilayah kantong tersebut, termasuk sekitar 42 orang di Kota Gaza yang terkepung.
Pihak berwenang Israel terus menahan ratusan aktivis Global Sumud Flotilla, beberapa dilaporkan dipindahkan ke Penjara Ktziāot di wilayah Negev, selatan Israel, sementara yang lainnya telah dideportasi.
Baca juga: Hamas Siap Serahkan Semua Sandera Israel dan Pemerintahan Jalur Gaza (sya)