PARIS - Hamas telah mengisyaratkan penerimaannya terhadap elemen-elemen inti dari rencana yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza. Perkembangan ini disambut baik oleh para pemimpin dunia.
Respons Hamas itu digambarkan pemimpin AS tersebut sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya".
Para pemimpin dunia, negara-negara, dan PBB semuanya memuji perkembangan ini. Berikut pernyataan yang telah disampaikan sejauh ini:
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan, “Menyambut baik pernyataan Hamas, serta kesiapannya untuk membebaskan semua sandera." Qatar juga mendukung seruan Trump agar Israel segera menghentikan serangannya di Gaza.
Mesir menyatakan "apresiasinya" atas pernyataan Hamas, serta "visi politik realistis" pemimpin AS tersebut untuk mencapai "perdamaian dan stabilitas" di Timur Tengah.
Mesir berharap "perkembangan positif" ini akan mendorong semua pihak untuk "mencapai tingkat tanggung jawab yang dibutuhkan" guna mengakhiri perang.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut tanggapan Hamas sebagai "langkah konstruktif dan signifikan menuju perdamaian abadi", seraya ia mendesak Israel "segera menghentikan semua serangannya".
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan komitmen Hamas "harus ditindaklanjuti tanpa penundaan", seraya menegaskan adanya peluang untuk "membuat kemajuan yang menentukan menuju perdamaian".
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan "perdamaian di Gaza dan pembebasan para sandera sudah di ambang pintu".
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan ia "terdorong" oleh pernyataan Hamas, seraya mendesak semua pihak "memanfaatkan kesempatan" guna mengakhiri konflik.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan ia memperbarui "dukungan penuhnya terhadap upaya Presiden Trump untuk membawa perdamaian ke Timur Tengah", seraya menambahkan "prioritas bagi semua pihak sekarang adalah mencapai gencatan senjata yang mengarah pada pembebasan segera semua sandera".
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan "penerimaan Hamas atas rencana perdamaian AS merupakan langkah maju yang signifikan".
Ia juga mengatakan rencana Presiden Trump telah "membawa kita lebih dekat kepada perdamaian daripada sebelumnya".
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan Canberra "menyambut baik kemajuan rencana Presiden Trump untuk membawa perdamaian ke Gaza".
Ia mendesak Hamas "menyetujui rencana tersebut, meletakkan senjata, dan membebaskan semua sandera yang tersisa tanpa penundaan".
Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan ia setuju dengan Trump "kali ini", karena ia menuntut "penghentian genosida".
Petro menambahkan, “Jika Trump mengerahkan pasukannya untuk menghentikan penindasan atas Palestina, pasukan tersebut akan didampingi oleh pasukan Kolombia."
Baca juga: Hamas Siap Serahkan Semua Sandera Israel dan Pemerintahan Jalur Gaza (sya)